Kerja Pers Dihalangi

139
BAHAS GAFATAR. Para Pejabat Pemprov, kabupaten/kota se Kalbar bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat membahas permasalahan Gafatar di Ruang Praja II Kantor Gubernur Kalbar, Senin (15/2). ISFIANSYAH

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Rapat Fasilitasi Sektertariat Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat membahas penanganan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Ruang Praja II Kantor Gubernur Kalbar diwarnai aksi pengusiran terhadap wartawan yang sedang meliput, Senin (15/2).

Aksi pengusiran wartawan tersebut dilakukan Kepala Biro (Ka Biro) Pemerintahan Setda Kalbar, Herkulana Mekarryani yang saat itu memimpin rapat.

Rapat dihadiri pejabat pemerintahan daerah Kalbar, kabupaten dan kota serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta Ormas dimulai sekitar pukul 10.00.

Pembahasan mengenai masalah Gafatar tersebut berlangsung cukup lama. Berbagai masukan dan pendapat disampaikan tokoh agama, masyarakat dan adat. Mulai dari status kependudukan hingga penolakan dikembalikannya Gafatar ke Kalbar.

Sekitar pukul 12.00, wartawan media cetak dan elektronik mendapatkan informasi terkait rapat tersebut. Saat tiba di lokasi, rapat masih berlangsung.

Sebelum masuk ke ruang rapat, wartawan yang hendak meliput meminta izin dan bertanya kepada dua pegawai yang saat itu berada di meja registrasi tamu untuk meliput kegiatan rapat.

Lantaran diizinkan masuk, para wartawan menuju ke ruangan rapat dan mengambil gambar suasana rapat.

Wartawan Ruai TV, Sofyan mengambil gambar, tidak ada respon dari peserta rapat. Bahkan suasana rapat terus berlangsung.

Namun saat rapat akan berakhir dan mengambil kesimpulan hasil rapat, sempat ada beberapa masukan dari beberapa tokoh maayarakat. Suasana di ruang rapat kembali direkam wartawan TV tersebut.

Tiba-tiba saat forum rapat saling memberikan masukan, Kepala Biro Pemerintahan Setda Kalbar, Herkulana dengan nada tinggi dan menunjuk wartawan Ruai TV, mempertanyakan kehadiran pemburu berita di dalam ruang rapat. “Anda dari mana,” ungkap Herkulana sambil menunjuk wartawan TV tersebut.

Lantaran ditanya, Wartawan Ruai menjawab, dirinya dari media yang sedang meliput. Lalu herkulana menunjuk kembali dengan nada keras mengatakan “Saya tidak pernah mengundang anda jadi silahkan keluar,”.

Merasa diusir, sejumlah wartawan yang berada di ruang rapat memutuskan keluar dari ruangan. Mereka menyesali tindakan yang dilakukan pejabat Pemprov Kalbar tersebut.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kalbar, H Subhan Nur yang membidangi penyiaran mengatakan, pengusiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas, merupakan hal yang tidak sepetutnya dilakukan pejabat pemerintahan.

Subhan mengkritik tindakan yang dilakukan Herkulana yang dianggapnya tidak mengutamakan etika dalam menegur seseorang.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem itu meminta Gubernur Kalbar atau Wakil Gubernur Kalbar untuk menegur Herkulana selaku Ka Biro Pemerintahan Setda Kalbar.

“Ada cara yang sopan. Apalagi seorang pejabat tentunya punya etika. Sehingga tidak membuat seseorang itu tersigung atau marah,” tegas Subhan.

Seseorang akan tersinggung dan merasa tindakan yang dilakukan tersebut diluar kewajaran. Apalagi mengusir di hadapan orang ramai. “Tidak perlu dicontoh pejabat seperti ini,” tegas legislator asal Sambas itu.

Ka Biro Pemerintahan Setda Kalbar, Herkulana Mekarryani mengklarifikasi apa yang dilakukannya terhadap wartawan melalui facebook miliknya dengan akun Herkulana Mekarryani Nieky. Inilah tulisan di akun facebook-nya yang di-share-nya sekitar pukul 21.30 tadi malam.

Klarifikasi Pemberitaan Media:

  1. Saya selaku Penyelenggara Rapat Tidak Pernah Mengundang Para Mass Media Ut Ikut Hadir Dalam Rapat Terbatas serta Tertutup dan Sebagai Pemimpin Rapat Tidak Pernah Mengizinkan Mass Media Ut Masuk Dlm Ruang Rapat;
  2. Saya Tidak Bersikap Kasar Terhadap Siapapun….Tapi Tegas….Agar Siapapun Harus Memiliki Etika….
  3. Saya Tidak Menunjuk Wartawan….tangan Saya Mempersilahkan Wartawan Ut Keluar Sesuai Cara Org Indonesia.
  4. Seharusnya Wartawan Apapun… Meskipun Merasa Dekat Dg Siapapun Dapat Menghormati Aturan ..dan Beretika…

Silahkan Ut Di-Share

Laporan: Isfiansyah

Editor: Hamka Saptono