Kemiskinan di Filipina Disebut di Indonesia

HOAX

eQuator.co.id – KOMENTAR sinis diunggah akun Facebook Slamet Mulyanto di sebuah grup bernama FPI Ormas Terlarang. ”Ayo bong, ngomongo infrastruktur matamu suwek…,” ujarnya sembari membagikan sebuah video anak yang menangis karena berangkat sekolah melalui jalan setapak yang rusak.

Kata bong yang diucapkan Slamet itu tentu merujuk kepada ”kecebong”. Sebuah olok-olok yang kerap ditujukan kepada pendukung Presiden Joko Widodo. Unggahan Slamet itu sontak membuat banyak orang bereaksi di kolom komentar. Yang pro-Joko Widodo tentu balik menyerang. Yang mendukung Slamet tentu sebaliknya, ikut menyerang pendukung Jokowi.

Dalam video yang dibagikan oleh Slamet tersebut, tampak beberapa anak yang berangkat ke sekolah dengan melintasi medan yang cukup sulit. Anak yang paling kecil sepanjang jalan menangis. Entah karena capek atau kakinya sakit gara-gara melintasi medan yang terjal.

Sepintas, video itu memang tampak seperti kejadian di Indonesia. Bahasa orang yang muncul dalam video tersebut juga mirip salah satu bahasa daerah di Indonesia.

Tapi, ternyata tidak. Dari penelusuran Jawa Pos, yang terekam dalam video itu ternyata merupakan kejadian di Filipina. Tepatnya di Guihulngan, Provinsi Negros Oriental.

Yang ada dalam video itu pernah viral ketika seorang netizen dari Filipina mengunggahnya ke Facebook empat bulan silam. Dia adalah Lorgy Magdalino. Lorgy ketika itu ingin mengetuk rasa iba netizen. Setelah dia mengunggah video tersebut, bantuan memang berdatangan untuk anak-anak itu. Ada yang mengirimkan boneka, makanan, dan peralatan sekolah.

Dikutip dari tayangan televisi Filipina GMA News TV, anak yang menangis dalam perjalanan itu bernama Jona Mae, 4. Setiap hari dia harus berjalan kaki lebih dari 1 km. Melewati jalan yang terjal, berbatu, becek, dan berada di sekitar tebing. Jona sebenarnya datang ke sekolah untuk mengikuti day care, semacam PAUD. Sekolah itu bernama Laos Elementary School and Day Care Centre.

Menggunakan video kemiskinan di Filipina untuk mengkritik kinerja pemerintah Indonesia jelas tidak nyambung. Seharusnya, yang dikritik Slamet dengan video tersebut adalah Presiden Rodrigo Duterte. (Jawa Pos/JPG)

Fakta: Video yang disebarkan oleh akun Slamet Mulyanto merupakan keseharian anak-anak di sekolah Laos yang berada di Guihulngan, Negros Oriental, Filipina.