Kematian Mariana Masih Misterius

121
MISTERIUS. Tim Inafis Polresta Pontianak mengambil sampel dan gambar bercak darah yang menempel di pagar rumah korban, Senin (9/10)--Achmad Mundzirin/RK

eQuator.co.id Pontianak-RK. Penyebab kematian Mariana, warga Komplek Purnama Agung I, Jalan Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya, Minggu (8/10) pukul 16.00 kemarin, masih misterius. Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan.

Senin (9/10) kemarin, Tim Jatanras dan Tim Inafis Polresta Pontianak serta Polsek Pontianak Selatan menggelar olah TKP lanjutan. Dalam olah TKP kedua ini, petugas menemukan petunjuk baru, berupa bercak darah yang menempel di pagar rumah wanita 48 tahun tersebut.

“Sudah kita ambil dan kita foto. Semua berkaitan dengan TKP pasti kita teliti, ada atau tidak kaitannya dengan kematian korban,” kata Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, ditemui di ruangannya, Selasa (10/10) siang.

Olah TKP yang kedua ini dilakukan karena olah TKP pertama belum menunjukkan tanda-tanda penyebab kematian korban, apakah bunuh diri atau dibunuh.

“Kita perlu petunjuk-petunjuk baru untuk mengungkap kematian korban. Kemarin, petunjuk baru yang ditemukan adalah bercak darah di pagar rumah,” ucap Husni.

Petunjuk-petunjuk yang ditemukan di TKP nantinya akan disesuaikan dengan keterangan para saksi. Sejauh ini, Mery, anak korban yang masih duduk di bangku SMP sudah dijadikan saksi.

“Sementara ini saksi masih anak korban. Karena yang menemukan korban pertama kali adalah dia (anaknya, red),” terangnya.

Untuk mengungkap teka-teki kematian Mariana ini, Husni membagi tiga tim. Yakni Polsek Pontianak Selatan, Tim Jatanras dan Tim Inafis Polresta Pontianak. Semua tim ditugaskan untuk mengumpulkan data dan bukti petunjuk yang nanti akan digelar menjadi satu.

Semacam mengumpulkan dan menyatukan puzzle-puzzle pada game criminal case, semua temuan di TKP diamati dengan detail.

“Petunjuk-petunjuk yang ada seperti jasad korban ditemukan dalam keadaan telentang bersimbah darah. Terdapat luka besetan di pergelangan tangan kiri. Ditemukan pisau cukur jenis silet tak jauh dari korban, bercak darah yang ada serta kondisi rumah maupun sekeliling rumah akan diidentifikasi dengan teliti,” papar Husni.

Selain, latar belakang korban juga dipelajari. “Memang keterangan mantan suaminya, korban sering didatangi orang yang menagih utang,” katanya.

Penyelidikan nantinya akan tambah kuat jika sudah ada hasil dari otopsi.

“Kita masih menunggu hasil dari otopsi berkaitan dengan analisa dokter untuk analisa kembali kematian korban disebabkan oleh apa,” katanya. (zrn)