Kecewa Gara-Gara Guru Curhat di Medsos, Sutarmidji Undur Uang Sertifikasi

906
WALIKOTA PONTIANAK. Sutarmidji.

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Dana sertifikasi triwulan terakhir belum cair, sejumlah guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pontianak mengeluh di media sosial (Medsos) dan mencurahkan isi hatinya melalui surat pembaca. Jelas saja kelakuan guru ini pun membuat Wali Kota Pontianak H Sutarmidji SH MHum kecewa.

Menurut Sutarmidji, bukan Pemerintah Kota Pontianak tidak mencairkannya, tapi memang transfer dana dari pemerintah pusat baru masuk pada 21 Desember.

“Kita sebenarnya sudah siap mencairkannya pada Desember sebab anggaran terakhir tanggal 31 Desember,” katanya kemarin.

Namun karena sudah terlanjur kecewa, dana sertifikasi yang sedianya sudah bisa dinikmati sebelum 31 Desember 2016 itu, akan diundur di Januari 2017.

“Saking kesalnya, saya minta lewatkan saja bulan Desember. Ini pelajaran untuk semuanya. Biarkan saja Januari ini kita cairkan, uangnya sudah ada,” ujarnya.

Maksud Sutarmidji, jangan hal-hal seperti itu langsung diekspose sedemikian rupa. Alangkah bijaknya, jika terdapat kendala, hendaknya ditanyakan terlebih dahulu apa kendalanya ke dinas atau instansi yang bersangkutan.

“Jangan bertindak seperti orang yang tidak memahami administrasi keuangan. Jangan sedikit-sedikit Curhat di Medsos. Saya pastikan tidak ada hak-hak pegawai, hak-hak siapapun di jajaran Pemkot Pontianak yang kita tidak berikan secara utuh,” tegasnya.

Namun di sisi lain, dia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkot yang telah mengabdikan diri sehingga Pontianak menjadi kota dengan standar layanan publik terbaik seluruh Indonesia selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2015 dan 2016. Padahal, rasio penduduk dengan jumlah PNS di Pemkot hanya 0,87 persen. Jumlah itu lebih sedikit jika dibandingkan dengan rasio nasional yang mencapai 1,64 persen.

“Artinya, kita sangat efektif, saya berharap ini dipertahankan dan tetap terus berprestasi, tetap terus berupaya agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” demikian Sutarmidji.

 

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Arman Hairiadi