Kasus Bunuh Diri Melawi Cukup Tinggi

2015, Terjadi 13 Kasus

359
ilustrasi. net

eQuator – Nanga Pinoh-RK. Kasus bunuh diri di Kabupaten Melawi terbilang sangat tinggi. Dari data yang disampaikan pada Pelatihan Kesehatan Jiwa 4 hingga 5 November 2015 di Hotel Amadeus, tahun ini tercatat sebanyak 13 kasus.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Melawi yang menghadirkan nara sumber dari Rumah Sakit Jiwa Singkawang dan RSJ Sungai Bangkong Pontianak.

Dalam kegiatan tersebut diungkapkan, Kecamatan Menukung menjadi daerah terbanyak kasus bunuh diri pada tahun ini, yakni tercatat ada  6 kasus, sedangkan di Kecamatan Ella Hilir ada 3 kasus, Kecamatan Nanga Pinoh tercatat ada 3 kasus dan Kecamatan Sayan ada satu kasus.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kasus bunuh diri ini. Diantaranya adalah sulitnya ekonomi dan ketidakbahagiaan. Sedangkan cara bunuh diri yang dipergunakan pada umumnya dengan cara menenggak racun rumput.

Kepala Puksesmas Nanga Pinoh, dr Sien Setiawan mengajak, masyarakat untuk lebih peka dengan kehidupan masyarakat di sekitar lingkungan rumah mereka masing-masing. Dengan pengamatan tersebut setidaknya bisa meminimalisir terjadinya kasus serupa.

 

“Jika ada yang susah dan butuh pertolongan, siapa tahu teman-teman bisa menolongnya atau minimal penghiburan atau berdoa untuk mereka yang depresi atau kesulitan ekonomi,” ujar dr Sien, Jumat (6/11).

Dr Sien sendiri mengaku prihatin dengan tingginya kasus bunuh diri di Kabupaten Melawi. Menurutnya, kasus ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak, termasuk diantaranya masyarakat yang perlu meningkatkan kepedulian mereka dengan orang terdekat.

 

Reporter: Sukartaji

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here