Kartius Minta Pemda Bangun Rumah Melayu

74
Jamuan seprahan di perahu keraton matan oleh Pangeran Ratu Kertanegara kambjo kepada Pj Bupati Kartius, dan Ketua DPRD Budi Matheus serta Kadis Budparpora Yulianus- Humas

eQuator – Ketapang-RK. Penjabat Bupati Ketapang Kartius meminta Pemkab dan DPRD Ketapang menyediakan anggaran untuk pembangunan rumah Melayu pada APBD tahun depan. Menurutnya karena rumah adat Dayak sedang dibangun sebagai bentuk pelestarian budaya dan menjaga kearifan lokal di Bumi Ale-ale ini.
“Saya minta Ketua DPRD dan Kadis Budparpora, tahun depan diangggarkan dana pembangunan rumah adat melayu,” katanya saat membuka Festival Keraton Matan Tanjungpura ke 4 tahun 2015 di Keraton Matan Gusti Muhammad Saunan Kelurahan Mulia Kerta Ketapang, kemarin
Usulan pembangunan rumah adat melayu yang dilontarkan Kartius ini dikarenakan Kabupaten Ketapang terdapat keraton Matan yang telah berusia lebih dari 200 tahun, sementara rumah melayu khas Ketapang belum ada dan rumah adat Dayak saat ini sedang dibangun di jalan Lingkar Kota .
“Ini bukan bicara mayoritas dan minoritas, tetapi biar adil ka’talino karena di Provinsi Kalbar sudah ada rumah dayak termegah di dunia dan rumah melayu belum jadi,” tuturnya.
Dia menyarankan, agar pembangunan rumah Melayu lokasinya tidak jauh dari keraton Matan, supaya dapat menjadi destinasi wisata sejarah di Ketapang, bagi para pengunjung yang datang melihat keraton dapat mengetahui juga ada rumah adat melayu.
“Cari lokasi tidak jauh dari keraton ini, juga warga jangan jual tanah mahal-mahal kalau perlu dihibahkan untuk pembangunan rumah Melayu nanti,” pinta Kartius kepada warga dan tokoh masyarakat yang hadir saat itu.
Kepada pengurus keraton Matan dan Pangeran Ratu Kertanegara Kamboja, Kartius mengucapkan terima kasih karena telah menjaga barang- barang milik keraton peninggalan pendahulu yang merupakan bukti sejarah di tanah matan ini.
“Keraton ini masih ada peninggalan sejarahnya, tapi disayangkan ada di beberapa daerah peninggalan keraton sudah tidak lengkap karena dijual,” kata Kartius.
Kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Ketapang, Kartius juga mengintruksikan agar menyusun agenda kegiatan budaya pada setiap tahun menjadi agenda tetap dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui kunjungan wisata.
Agenda budaya yang dimaksudkan Kartius berupa festival budaya dimulai dari cap gomeh etnis cina, kegiatan naik dango etnis dayak, festival keraton etnis melayu, serta banyak lagi kegiatan budaya dari etnis-stnis yang ada di Ketapang.
“Kalau ada even-even budaya setiap bulan digelar maka hotel kita penuh, restoran kita laku, masyarakat jual bakso, cendol juga laku,” kata Kartius.
Ditambahkan Kartius kalender tahunan kegiatan budaya ini sudah dilaksanakan di Provinsi Kalbar, dalam upaya Pemerintah tetap melestarikan budaya serta menjaga kearifan lokal, juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat bahkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah di sektor pariwisata.(Jay-Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here