Karolin Tawarkan Solusi Terbaik Cegah Pendangkalan Kuala Mempawah

13
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idMEMPAWAH. Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa menilai perlu dibangun breakwater atau pemecah ombak sepanjang 1,5 kilometer di kuala Mempawah agar tidak terjadi pendangkalan akibat abrasi.

“Selama ini, upaya yang dilakukan untuk mencegah pendangkalan adalah dengan melakukan pengerukan, yang memerlukan biaya cukup besar dan harus terus dilakukan, jika terjadi pendangkalan untuk melancarkan keluar masuk kapal,” kata Karolin di Mempawah, Minggu (10/6/2018).

Padahal, katanya, jika melakukan pembangunan Breakwater, justru lebih efektif. Selain mencegah pendangkalan, juga menjaga keutuhan garis pantai dari terjangan ombak.

“Ini yang akan kita lakukan, ketika saya dipercayakan masyarakat Mempawah dan Kalbar umumnya untuk memimpin Kalbar ke depan,” lanjut Karolin.

Karolin menjelaskan, pemecah gelombang atau dikenal sebagai pemecah ombak atau Breakwater adalah prasarana yang dibangun untuk memecahkan ombak/gelombang, dengan menyerap sebagian energi gelombang.

Pemecah gelombang digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai. Tidak hanya itu, pemecah ombak juga dapat menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.

“Pemecah gelombang harus di desain sedemikian sehingga arus laut tidak menyebabkan pendangkalan karena pasir yang ikut dalam arus mengendap di kolam pelabuhan. Bila hal ini terjadi maka pelabuhan perlu dikeruk secara reguler dan tentu biaya yang dikeluarkan akan sangat besar,” tuturnya.

Karolin menambahkan, pembangunan breakwater ini juga akan dilakukan pada pelabuhan muara pelabuhan Dwikora Pontianak, karena selama ini kerap terjadi pendangkalan.

Dirinya yakin, Breakwater itu juga akan memaksimalkan sejumlah pelabuhan yang ada di Kalbar, untuk mempermudah keluar masuk barang dalam upaya menekan harga komoditas di daerah itu.

“Terkait hal itu, potensi kelautan yang sudah sangat baik, perlu dioptimalkan untuk menopang perekonomian daerah. Untuk itu, ke depan, beberapa pelabuhan utama kita sepeti Pelabuhan Kuala Mempawah, Sintete, Pontianak dan Ketapang akan kita benahi, karena pelabuhan-pelabuhan ini mengalami problem yg sama, dan menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi di kalbar” papar Karolin.

Karolin menjelaskan, pembenahan pelabuhan ini akan dilakukan, agar keluar masuk barang semakin mudah sehingga harga komoditi yang diperlukan masyarakat juga bisa semakin murah.