Karolin Siap Perjuangkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Kalbar

12
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idMEMPAWAH. Masyarakat wilayah pesisir yang ada di Kabupaten Mempawah mengharapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot untuk memberikan fasilitas air bersih.

“Ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah pesisir Kalbar, memang kerap menjadi persoalan. Di saat musim kemarau, daerah yang tak memiliki akses saluran air bersih, sulit mendapatkan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ahmadi, warga Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, saat menghadiri kampanye dialogis Cagub Kalbar Karolin di Kabupaten Mempawah, Minggu (10/6/2018).

Mewakili masyarakat pesisir Mempawah, dirinya mengharapkan hal itu karena selama ini masyarakat disana sudah pernah meminta bantuan dari pemerintah kabupaten, namun sampai saat ini bantuan tersebut belum mereka dapatkan.

“Melalui kegiatan kampanye ini, dan mumpung kami bisa bertemu langsung dengan ibu calon Gubernur, kami menyampaikan hal ini. Besar harapan kami, agar ke depan, ketika ibu Karolin jadi Gubernur, bisa memenuhi permintaan kami ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa menyatakan, ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kalbar khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, menjadi prioritas utama bagi Karolin dan Suryadman Gidot.

“Kami memahami salah satu kendala yang dialami masyarakat di wilayah pesisir adalah ketersediaan sumber air bersih. Ini menjadi salah satu program kami ke depan bagaimana menyediakan air bersih bagi masyarakat,” kata Karolin.

Dalam dialog, terungkap keluhan masyatakat setempat akan ketersediaan air bersih. Desa Semudun yang letaknya tidak jauh dari garis pantai ini, memang kerap mengalami kesusahan air bersih di kala kemarau.

“Saya juga emak-emak jadi tahu air bersih itu penting untuk kita masak, mencuci, mandi dirumah. Saya tahu kesulitan yang Bapak dan Ibu rasakan,” ujar Karolin.

Karolin melanjutkan, menurut dia menjadi pemimpin saat ini harus tahu apa yang menjadi persoalan yang dialami masyarakat. Oleh karenanya, pemimpin tidak boleh santai cuma duduk di kantor, melainkan harus turun ke lapangan bertemu masyarakat.

“Bukan zamannya pemimpin duduk-duduk saja di kantor cuma main perintah. Pemimpin saat ini harus bisa berada di lapangan, mendengarkan keluhan masyarakat,” ucap Karolin.

Karolin berpesan kepada masyarakat setempat untuk memilih pemimpin dengan cerdas. Pemimpin yang tidak bermental raja, melainkan pemimpin yang merakyat. “Carilah pemimpin yang siap menjadi pelayan bukan menjadi raja,” pungkasnya.