Karolin Imbau Rakyat Kalbar Tidak Terpancing Isu Politik yang Menyesatkan

15
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idKUBU RAYA. Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa memaparkan visi dan misi pencalonanya sebagai Gubernur Kalimantan Barat kepada masyarakat Madura Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (6/6).

Pada kesempatan tersebut, Karolin menyatakan dia dan pasangannya Suryadman Gidot siap untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang ada di Kalimantan Barat, termasuk di Kubu Raya dan Kuala Mandor B khususnya.

Karolin menyatakan, di tengah perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini, Kalimantan Barat yang dihuni oleh berbaagi suku bangsa bisa hidup dengan harmonis dan saling menghargai.

“Untuk itu, saya mengajak bapak-ibu sekalian, untuk bersatu bersama kami, bersama-sama kita melanjutkan pembangunan yang ada disini,” kata Karolin.

Karolin juga menyatakan saat ini, di media sosial memang terus berkembang isu negatif yang sengaja dilontarkan lawan politik untuk menjatuhkannya, dengan tidak memikirkan dampak luas, yakni merusak tatanan keharminisan dan kedamaia.

Namun, dirinya menyakinkan masyarakat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berbagai pemberitaan miring yang ada.

Karolin juga berharap masyarakat bisa melakukan pengecekan terhadap berita yang ada, agar tidak tersesat dalam pemberitaan negatif.

“Ini merupakan dinamika politik yang sering terjadi, terutama saat menjelang masa pencoblosan, isu-isu miring pasti akan beredar ditengah masyarakat. Kalau tidak pandai-pandai mencernanya, jelas akan berdampak pada perpecahan, dan kita tentu tidak akan menginginkan hal itu,” lanjutnya.

Karolin mengungkapkan, masyarakat boleh berbeda pilihan, tapi yang harus selalu diingat, kita harus tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terpecah belah hanya karena pilkada.

“Ini merupakan pesta demokrasi kita bersama, dan harus kita sukseskan untuk masa depan Kalbar yang lebih baik,” tuturnya.

Secara demokrasi, kata Karolin, meski pilihan berbeda, namun kebersamaan harus tetap terjaga. Sehingga, kata dia, Kalbar tetap aman, damai dan tidak ada gesekan yang terjadi dimasyarakat.

“Tidak ada isu-isu lain, tidak ada perpecahan. Jangan membawa masalah daerah lain ke daerah kita,” tegasnya.

Karolin sebagai cagub Perempuan satu-satunya ini juga mengatakan, masyarakat Kalbar harus bisa lebih selektif dalam menanggapi setiap pemberitaan, agar tidak terjebak pada berita Hoax.