Kapasitas Personel BP SPAMS Diperkuat

143
PELATIHAN. Perwakilan BP SPAMS dari 10 desa di Kabupaten Sanggau mengikuti pelatihan terkait operasional dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi, di salah satu hotel di Sanggau, Rabu (17/2). Darmansyah Dalimunte-RK

Sanggau-RK. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan personel Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS).

“Untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pengelola sarana air minum di desa-desa, mereka kita berikan pelatihan,” kata Tentra Deviner, Koordinator Pamsimas Kabupaten Sanggau ditemui saat pelatihan untuk BP SPAMS di salah satu hotel di Sanggau, Rabu (17/2).

Pelatihan operasional pemeliharaan SPAMS yang menghadirkan narasumber dari Jawa Barat itu diikuti perwakilan BP SPAMS dari sepuluh desa. Masing-masing diwakili ketua dan tim teknisnya.

Tentra mengharapkan, personel BP SPAMS ditingkatkan desa itu dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dalam mengelola sarana yang telah dibangun. “Sehingga warga sekitarnya bisa menikmati air bersih dan sanitasi yang baik,” jelasnya.

Mereka juga diminta untuk mengembangkannya, agar terjadi peningkatan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di desa-desa tertinggal dan pinggiran kota.

Tentra menjelaskan, sasaran Pamsimas ini kelompok masyarakat miskin di perdesaan dan pinggiran kota (Peri-Urban) yang memiliki prevalensi penyakit terkait air serta belum mendapat akses layanan air minum dan sanitasi yang baik.

Di tempat yang sama, Fasilitator Keberlanjutan Program Pamsimas, Eva Lilis SKM mengatakan, program Pamsimas di Sanggau cukup bagus walaupun baru berjalan satu tahun. “Mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat minimal lima puluh persen. Iuran juga telah dijalankan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Ketua BP SPAMS Desa Semunte, Aswandi mengaku sangat senang dan terbantu dengan pelatihan tersebut. “Kami berharap pelatihan seperti ini dilaksanakan setiap tahun, agar ingatan kita segar kembali,” katanya.

Dia mengungkapkan, di Desa Semunte, distribusi air minum ke masyarakat belum secara luas, baru sekitar 44 pelanggan. “Tetapi kami sudah cukup puas, karena bisa membantu masyarakatyang membutuhkan air bersih,” ujar Aswandi. (cok)