Jembatan Agen II Jadi Geratak Jodoh

446
SANTAI. Walikota Singkawang, Awang Ishak duduk santai di pegangan Geratak Jodoh usai membicarakan tentang rekayasa jalur lalu lintas di Jembatan Agen II tersebut, Senin (28/12). Mordiadi-RK.
TINJAU. Walikota Singkawang, Awang Ishak (yang menunjuk) dan jajarannya beserta Kasat Lantas Polres Singkawang Anton Satriadi meninjau Gertak Jodoh yang sudah rampung, Senin (28/12). Mordiadi-RK
TINJAU. Walikota Singkawang, Awang Ishak (yang menunjuk) dan jajarannya beserta Kasat Lantas Polres Singkawang Anton Satriadi meninjau Gertak Jodoh yang sudah rampung, Senin (28/12). Mordiadi-RK

eQuator – Singkawang-RK. Suatu malam, Walikota Singkawang, Drs Awang Ishak MSi melihat dua pasang muda-mudi bercengkrama di Jembatan Agen II. Muncullah idenya untuk mengganti nama Jembatan Agen yang baru tersebut dengan Geratak (Jembatan) Jodoh.

“Lagi pula sudah tidak relevan kalau Jembatan Agen yang baru ini disebut Jembatan Agen II, karena Jembatan Agen yang lama akan dijadikan Kafe Karaoke,” jelas Drs H Awang Ishak MSi, Walikota Singkawang ditemui usai meninjau Geratak Jodoh yang baru saja selesai dibangun, Senin (28/12).

Di sebelah Geratak Jodoh itu juga akan dibangun Taman Jodoh yang disertai dengan tugu berbentuk hati (love). “Sekalian juga kita buatkan Taman Jodoh untuk muda-mudi di Singkawang,” katanya.

Awang tidak semata menamai jembatan tersebut dengan Geratak Jodoh, tetapi disertakannya pula dengan konsep seputar perjodohan. “Nanti akan disiapkan kawat atau semacamnya untuk tempat gembok-gembok,” ucapnya.

IMG-20151228-00345Gembok-gembok yang dimaksudkan Awang tersebut akan disediakan pengelola taman untuk pasangan muda-mudi yang bercengrama di Geratak Jodoh. “Nanti di gembok itu akan ditulis nama pasangan, misalnya Redi love Ani. Masing-masing dari pasangan itu memegang anak kuncinya, yang cowok memegang satu anak kunci, yang cewek memegang satu anak kunci,” papar Awang.

Kalau seandainya pasangan itu patah hati atau putus cinta, tambah Awang, salah seorang di antara cewek dan cowok itu bisa datang ke Geratak Jodoh dan membuka gembok tersebut. Kemudian anak kuncinya dimasukkan ke “Kotak Gembok Putus Cinta”.

“Kalau pasangan itu ingin nyambung lagi atau melanjutkan hubungannya, silakan ketemu pengelola taman, minta dibukakan kotak tersebut untuk mencari anak kunci dan gemboknya, dan pasang lagi gembok cinta tersebut,” kata Awang.

Pengelola taman, kata Awang, memang dapat membuka “Kotak Gembok Putus Cinta” ketika ada pasangan yang ingin nyambung lagi. Tetapi, ditentukan juga jadwal tetap pembukaan kotak, yakni pada akhir tahun. “Nanti bisa kita lihat, berapa banyak yang putus cinta dalam satu tahun,” ucapnya.

Awang mengungkapkan, Geratak Jodoh tersebut akan diresmikan pada Kamis (31/12) usai Salat Subuh. “Jembatan ini merupakan program 2015, kalau diresmikan 2016 tidak tepat momen. Jadi kita resmikan 31 Desember 2015, supaya dapat digunakan warga untuk menyambut malam tahun baru,” jelasnya.

Tetapi, tambah dia, lantaran bundaran di dekat jembatan yang menghubungkan Jalan Merdeka-Bambang Ismoyo itu belum dibangun, Geratak Jodoh belum difungsikan sepenuhnya pada tahun ini.

“Maaf kepada warga, ini belum dibuka full, karena bundaran akan dibangun 2016. Sekarang sedang diatur kendaraan apa saja yang boleh melintas di Geratak Jodoh ini dan kendaraan mana yang tidak boleh,” kata Awang.

Bundaran yang dimaksudkan Awang tersebut, akan dibangun di dekat persimpangan. Bangunan-bangunan di dekat kawasan tersebut akan diroboh. Di tengah bundaran akan dibangun Tugu Air Mancur dengan konsep Bola Dunia dan Gayung.

Di waktu yang bersamaan, Jembatan Agen yang lama akan dimodifikasi menjadi Kafe Karaoke, beratap tetapi tidak berdinding. Di situ akan dijadikan tempat sentra kuliner, misalnya pedagang gorengan-gorengan dan lainnya.

“Jembatan Agen tidak dibongkar, cuma berubah fungsi, hanya menambah tiang dan atap. Yang ingin karaoke silakan di jembatan, kalau mau menonton saja, bisa di pinggir-pinggir Sungai Singkawang,” papar Awang.

Kemungkinan Jembatan Agen itu akan menjadi Kafe Karaoke sekitar Februari atau Maret 2016. Dia mengharapkan rencana ini dapat didukung seluruh masyarakat Singkawang, terutama para muda-mudi.

Awang menjelaskan, konsep pembangunan Geratak Jodoh, termasuk Taman Jodoh dan lainnya ini, demi kepentingan masyarakat Singkawang, terutama muda-mudi Singkawang. “Supaya muda-mudi kita tidak ngumpul sembarangan, di hutan segala macam, berbuat yang tidak-tidak dan lainnya,” tutupnya. (dik)