Jangan Tergiur

102

eQuator – Kisah malang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah kerap terdengar. Kebanyakan dari mereka berangkat secara ilegal, tidak memiliki dokumen-dokumen yang sah seperti paspor atau visa kerja.

TKI juga dapat dikatakan ilegal apabila yang bersangkutan bekerja tidak pada tempat yang sesuai dengan yang tertera dalam dokumen ataupun dokumen yang dikantonginya sudah berakhir masa berlakunya.

Menjadi TKI ilegal ini memang sangat berisiko. Mereka akan kesulitan dalam bekerja atau dalam hal memperoleh perlindungan hukum, apabila mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan di negeri orang. Misalnya, diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya.

Parahnya lagi, apabila yang bersangkutan kedapatan melakukan tindakan menyalahi hukum dan tertangkap aparat, maka bisa saja langsung di penjara ataupun dideportasi.

Masih beruntung jika dideportasi dalam keadaan masih sehat atau masih bernyawa. Adakalanya TKI bermasalah dideportasi dalam keadaan stres bahkan ada juga yang sudah terbungkus peti mati.

Pengalaman seperti ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak bekerja sebagai pahlawan devisa di luar negeri. Sebaiknya tidak tergiur dengan iming-iming gaji tinggi yang kerap ditawarkan sponsor yang tidak bertanggungjawab.

Tidak dapat dimungkiri, kendati sudah banyak pengalaman pahit, masih ada saja WNI yang terbujuk cukong TKI ilegal ini. Jurus rayuan gombal para cukong ternyata lebih dahsyat ketimbang risiko yang mengancam.

Pemerintah, sebenarnya memiliki penyalur TKI yang sah yakni PJTKI. Sebelum dikirim ke luar negeri, calon TKI akan dilatih terlebih dahulu oleh tenaga-tenaga ahli di PJTKI. Selain itu, calon TKI juga dibekali keahlian tertentu serta jelas kedudukannya di luar negeri.

Karena itu, kalau memang berniat mencoba bekerja di luar negeri, sebaiknya menggunakan jasa PJTKI yang sah atau bisa menanyakan ke Dinsosnakertrans. Jangan mudah tergiur oleh iming-iming dan rayuan gombal cukong TKI yang tidak bertanggungjawab. (Abdu Syukri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here