Jangan Tergiur Travel Umrah Murah

Pilih yang Terdaftar di Kemenag

49
Ilustrasi NET

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Maraknya kasus penipuan terhadap calon jemaah umrah harus menjadi pelajar. Jangan mudah percaya kepada travel perjalanan umrah yang menawarkan harga murah.

“Calon jemaah umrah harus waspada. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming umrah murah,” ujar Kepala Kementerian Agara (Kemenag) Kalbar, H. Ridwansyah, Selasa (10/4).
Kemenag RI terus melakukan pemantauan terhadap travel-travel yang ada. Termasuk di Kalbar. Pihak Kemenag pun tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk teliti sebelum memilih travel perjalanan umrah.
Berdasarkan catatan Kemenag RI, sedikitnya 30 travel se Kalbar yang izinnya dicabut lantaran jemaah batal diberangkatkan. Banyak faktor yang mendasari jemaah batal diberangkatkan. Paling dominan calon jemaah tergiur biaya yang lebih murah. “Banyak tawaran umrah murah yang bisa berujung kegagalan pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci,” kata Ridwansyah.
Terpisah, Anggota Komisi XI DPR RI Michael Jeno mengaku prihatin dengan maraknya penipuan yang dilakukan travel terhadap calon jemaah umrah. Untuk itu, dia masyarakat lebih teliti dalam memilih travel. “Jangan tergoda biaya murah,” ucapnya.

Kemenag RI kata dia, telah menetapkan harga batas bawah umrah sebesar Rp20 juta. Jika ada travel yang menjual dengan harga jauh di bawah tentu patut diwaspadai.

“Travel umrah bodong ini sudah merugikan masyarakat hingga triliunan rupiah. Baru-baru ini, Kemenag mencabut izin operasional empat pelaku bisnis umrah yang bermasalah,” ungkapnya.

Dia mencontohkan Abu Travel yang telah merugikan konsumen sebesar Rp1,5 triliun. Kemudian First Travel Rp900 miliar. “Ada pula beberapa travel lain sampai puluhan miliar juga,” pungkasnya.

Jeno yang juga membidangi Komisi yang berhubungan investasi di ini menyatakan, pihaknya juga menemukan tawaran manis dari travel sangat murah. Sehingga calon jemaah umrah tergiur, padahal itu travel bodong. “Hanya Rp12 juta. Kita imbau agar menggunakan travel umrah terpercaya dan terdaftar di Kemenag,” tutupnya.

 

Laporan: Gusnadi

Editor: Arman Hairiadi