Jangan Malu Periksa Kanker Serviks

Pelatihan Dokter dan Bidan

119
Para dokter dan bidan dari sejumlah Puskesmas di Landak mengikuti praktik pelatihan pemeriksaan kanker serviks dan kanker payudara, diaula dinkes Landak, Selasa (8/12). Antonius

eQuator – Ngabang-RK. Dokter dan bidan dari sejumlah Puskesmas di Landak mengikuti praktik pelatihan pemeriksaan kanker serviks dan kanker payudara, di aula Dinkes Landak, Selasa (8/12) selama empat hari.
Pelatihan yang diberikan tak sebatas teori, tapi juga praktik langsung. Dalam pelatihan ini, pesertanya harus benar-benar berkompeten, agar bisa melanyan pasien di setiap Puskesmas.
“Dari 16 puskesmas di Landak, kita latih satu dokter dan satu bidan, jadi harus serius,” kata Kabid P2PL, Deltina Titin,
Selama empat hari itu, pelatihan dibagi menjadai tiga sesi yaitu: Hari pertama mencakup teori, hari kedua teori dan praktik dengan mengunakan boneka, kemudian pada hari ketiga dan keempat praktik langsung pada pasien.
Untuk 2016 nanti, setiap Puskesmas sudah bisa memberikan pelayanan pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.
“Bukan seperti yang selama ini kita lakukan dari Dinas Kesehatan yang turun ke lapangan di 16 Puskesmas. Tapi sekarang Puskesmaslah yang proaktif melayani seperti pelayanan pasien-pasien yang lain,” ujar Titin.
Ia berharap, setelah pelatihan ini setiap Puskesmas sudah bisa melanyani pasiennya serta menyosialisasikan pada masyarakat, agar mau memeriksakan diri.
Diakuinya, selam ini banyak faktor yang menyebabkan warga tak mau memeriksakan diri ke Puskesmas. Terlebih jika dokternya seorang laki-laki, mereka malu atau sungkan. “Untuk memberikan pengertian ini. Kita harapkan masyarakat bisa menyadari bahwa pentingnya di periksa di puskesmas,” harapnya.
Ia juga meminta ibu-ibu mau memeriksakan dirinya, karena setelah diperiksa dapat diketahui dan dideteksi dini apa penyakitnya. “Kemudian untuk tindaklanjutnya, kita bisa mengetahui dan bagaimana langkah selanjutnya. Jadi, ibu-ibu bisa serahkan ke dokter yang menanganinya,” pintanya.
Ia menegaskan, pelatihan ini, harus benar-benar diikuti dengan serius karena para peserta akan dinilai. Setelah selesai, mereka juga akan memeroleh sertifikat plus nilainya. “Kalau nilainya rendah tidak bisa mendapat sertifikat, nanti juga akan sulit untuk melayani pasiennya. Maka harus diikuti dengan sungguh-sunggah supaya bisa memahami apa yag sudah di beri pelatihan,” pungkasnya.

Reporter: Antonius

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here