Jangan Lukai Demokrasi

92
Ilustrasi - JPNN

eQuator – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sekitar satu bulan lagi. Tujuh kabupaten di Kalbar pun sibuk dengan pesta memilih pemimpin tersebut. Biasanya, kampanye hitam (black campaign) akan bermunculan.

Kemunculan kampanye hitam menjelang Pilkada ini memang sering kali terjadi. Bentuknya pun berbagai ragam. Bahkan tidak jarang berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan politik seperti itu tentunya melukai proses demokrasi di negeri ini. Alangkah baiknya, jika semua elit politik memberikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat, dimulai dengan tidak melakukan kampanye hitam.

Kita berharap seluruh elit politik segera menghentikan praktik kampanye hitam. Pasalnya, cara ini menimbulkan perpecahan di masyarakat. Tidak menutup kemungkinan berujung pada konflik horizontal. Apalah artinya kemenangan, bila masyarakat terpecah belah.

Maka dari itu mulai dari sekarang, mari kita serukan “Stop Kampaye
Hitam”, berhentilah menjelek-jelekkan calon pemimpin kita sendiri. Kalau semua calon pemimpin sudah dijelek-jelekkan, bagaimana nasib yang akan dipimpinnya?.

Bagaimanapun juga, salah satu dari Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah yang akan bertarung pada 9 Desember mendatang, akan menjadi pemimpin kita yang bertugas membawa kemajuan bagi daerah dan kesejahteraan bagi masyarakat. (Jaidi Chandra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here