Jangan Cuma Makan Nasi

116
BANTUAN. Ketua TP-PKK Kalbar, Ny Frederika Cornelis menyerahkan bantuan kepada pelajar, ibu hamil dan Balita di Gedung Indoor Putussibau, Senin (2/11). Arman Hairiadi-RK

Putussibau-RK. Seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu harus mengubah pola makannya sehari-hari. Jika sebelumnya hanya makan nasi setiap hari, sekarang selingi dengan berbagai jenis pangan lainnya, seperti umbi-umbian, jagung dan ikan.

“Kita perlu mengantisipasi pola konsumsi, agar tidak tergantung pada satu jenis makanan saja. Semua harus tahu pentingnya mengkonsumsi pangan beragam, bergizi dan seimbang. Seperti daging ikan, ini penting untuk kita,” kata Ny Frederika Cornelis SPd, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar.

Istri dari orang nomor satu di Kalbar ini menyampaikan hal tersebut dalam saat Gerakan Percepatan Gerakan Percepatan Diversifikasi Konsumsi dan Keamanan Pangan Kalbar 2015, Gerakan Gemar Makan Ikan, serta peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) Sedunia di Gedung Volley Indoor Putussibau, Senin (2/11) pagi.

Frederika menjelaskan, seharusnya setiap individu mengkonsumsi 40 jenis makanan bergizi dan seimbang. Dari beberapa jenis makanan itu, salah satu yang utama adalah ikan.

“Ikan mempunyai banyak manfaat, salah satunya mendukung kecerdasan. Di sisi lain, ikan juga memenuhi kebutuhan gizi. Ini tentunya bisa menjadi solusi masalah gizi yang masih terjadi,” papar Frederika.

Dia mengharapkan pemerintah merealisasikan penganekaragaman (diversifikasi) konsumsi dan keamanan pangan. Sehingga dapat mendorong pemenuhan pangan, guna mencapai gizi seimbang.

“Seperti pemahaman mengkonsumsi pangan yang beragam, itu perlu terus penyuluhan. Agar masyarakat tahu dan sadar pentingnya konsumsi pangan beragam dan seimbang. Kalau tidak dilaksanakan masyarakat tentu akan fakum begitu saja, jadi butuh upaya bersama,” tegas Frederika.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Hazairin menerangkan, bahan pangan yang beragam dan bergizi harus tersedia cukup di setiap daerah, penyebarannya harus merata. “Ini agar generasi kita, menjadi generasi yang aktif dan produktif,” ujarnya.

Untuk mencapai itu, masyarakat juga perlu distimulasi agar mau mengkonsumsi makanan atau pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Seperti gerakan gemar makan ikan.

“Ini untuk membangun kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan beragam. Seperti makan ikan, ini kan penting untuk ibu hamil, anak-anak maupun orang dewasa,” tutur Hazairin.

Apabila masyarakat gemar mengkonsumsi ikan, mereka juga berperan dalam mengkatkan potensi ikan lokal. Apalagi seperti Kapuas Hulu yang mengunggulkan komoditas olahan ikan.

“Di sisi lain, masyarakat mesti mengurangi ketergantungan terhadap beras. Bisa juga kita arahkan kepada komoditas umbi-umbian, jagung dan sagu,” tambah Hazairin.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Hulu, Marius Marcellus TJ SH MM menuturkan, Bumi Uncak Kapuas ini memiliki banyak sumber pangan yang belum termanfaatkan secara maksimal.

“Di Kapuas Hulu memang ada beberapa masalah pangan, paling utama adalah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap komuditas padi, sementara umbi-umbian hanya menu tambahan,” ungkap Marcellus.

Ketersediaan umbi-umbian seperti talas, singkong, kemudian sagu hanya dipasok dari luar daerah. Itu membuat takaran harganya tinggi. “Untuk mengantisipasinya, kami akan mengupayakan pemenuhan pangan secara lokal, dengan membantu para petani yang berkomitmen secara terus menerus,” papar Marcellus. (aRm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here