Jadikan Singkawang sebagai Kota ASI

212
ASI. Walikota Singkawang, Awang Ishak membuka kegiatan Senam dan Jalan Sehat sebagai rangkaian Pekan ASI Sedunia Kota Singkawang di Mess Daerah, Minggu (15/11). Mordiadi-RK

eQuator – Singkawang-RK. Untuk mewujudkan Singkawang sebagai Kota Air Susu Ibu (ASI), Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang akan mengeluarkan kebijakan tentang keharusan menyediakan ruang khusus ibu menyusui di tempat-tempat umum.

“Terminal, mall, pasar atau tempat umum lainnya harus ada ruang khusus ibu menyusui,” kata Drs H Awang Ishak MSi, Walikota Singkawang saat membuka kegiatan Senam dan Jalan Sehat sebagai rangkaian Pekan ASI Sedunia Kota Singkawang di halaman Mess Daerah, Minggu (15/11).

Awang juga menegaskan, setiap Rumah Sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) wajib menyediakan ruang khusus ibu menyusui. “Ruang khusus ibu menyusui di fasilitas atau tempat umum ini untuk memudahkan kaum ibu memberikan ASI kepada anaknya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Drs Achmad Kismed Mkes mengungkapkan, beberapa Puskesmas di Kota Amoy ini sudah menyediakan ruang khusus ibu menyusui atau ruang laktasi.

“Kita sediakan secara bertahap. Tahun depan, semua Puskesmas sudah ada ruang ibu menyusui atau laktasi. Ini untuk mendorong program ASI di kota Singkawang,” jelas Kismed.

Sementara itu, Duta ASI Kota Singkawang, Ny Malika Awang Ishak menilai, memang sudah sepantasnya di tempat-tempat umum itu tersedia ruang khusus ibu menyusui. Apalagi Singkawang sudah memiliki Perwako Nomor 17 Tahun 2012 tentang Inisiasi Menyusui Dini (IDM) dan ASI Ekslusif.

“ASI itu terbaik bagi anak, jauh lebih baik bila dibandingkan susu formula. Makanya saya meminta Pak Walikota agar di tempat umum seperti pasar, terminal, mall itu dibangun ruang khusus ibu menyusui, supaya ibu lebih nyaman memberikan ASI kepada anaknya,” ujar Malika.

Dia juga meminta Pemkot Singkawang melalui instansi terkait memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang mengabaikan atau enggan menyediakan ruang khusus ibu menyusui di tempat-tempat umum tersebut.

“Juga sanksi bagi tenaga medis yang tidak mau memberikan pelayanan kepada ibu dalam memberikan ASI. Ini penting sekali, karena akan lebih efisien ketika peraturan itu disertai sanksi tegas, agar semua pihak mematuhinya,” kata Malika.

Ketua Panitia Pekan ASI Sedunia Kota Singkawang ini menilai, selama ini beberapa rumah sakit di Kota Singkawang sudah cukup baik dalam upaya menyukseskan program ASI, baik dalam penyediaan ruang ibu menyusui maupun promosinya.

“Kemarin saya berkunjung ke RSUD Abdul Aziz, DKT dan Viktor, mereka cukup baik dalam memberikan pelayanan ASI. Jadi sudah sekitar 80 persen implementasi program ASI di Kota Singkawang ini,” jelas Malika.

Dia berharap, promosi ASI di Kota Amoy ini terus berkelanjutan. Sehingga apa yang diharapkan bersama, yakni generasi yang cerdas dan sehat, akan terwujud. “Kita mendorong dan berencana membentuk Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Kota Singkawang, agar program ASI semakin berkembang,” tutup Malika.

 

 

Laporan: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here