Isyarat Deklarasi di Gedung Baru Kejati

124
KOMPAK. Wali Kota Pontianak Sutarmidji (kiri) dan Bupati Mempawah Ria Norsan (kanan) mengacungkan jempol di depan awak media ketika ditanya soal deklarasi pencalonan diri mereka pada Pilgub Kalbar 2017, di lobi Kantor Kejati Kalbar, Jalan A. Yani, Pontianak, Selasa (24/1) siang. Ocsya Ade CP-RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Desas-desus Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menggandeng Bupati Mempawah, Ria Norsan, bertarung di Pemilihan Gubernur Kalbar 2017 bisa jadi terjawab kemarin. Mereka terlihat begitu akrab usai kantor baru para jaksa itu diresmikan.

“Pasti berita peresmian gedung kantor Kejati nih kalah besarnya besok (hari ini, red) dengan berita ini,” cetus Sutarmidji di sela-sela perbincangan dengan Norsan, di lobi gedung seraya berjalan bersama menuju lantai empat.

Sontak, tawa menggema dari para pejabat pemerintah se-Kalbar dan awak media yang hendak meninjau gedung baru tersebut. Para pewarta pun mencecarnya.

“Deklarasi keh Pak? Calon gubernur dan wakil keh?” tanya seorang wartawan. Tersenyum simpul, Sutarmidji menjawab pendek, “Suke-suke kitak lah”.

Meski masih bersikap misterius, ketika hendak difoto awak media, pemilik akun Twitter @BangMidji itu mengajak Norsan menunjukkan empat jari. Barangkali pertanda pada 4 Februari mendatang mereka akan mendeklarasikan diri sebagai peserta Pilgub Kalbar 2017.

Walaupun tampaknya Norsan mengamini majunya mereka ke pesta demokrasi tersebut, ia menolak untuk berfoto dengan menunjukkan empat jarinya. Akhirnya, tetap tersenyum, Midji dan Norsan berfoto sambil mengacungkan jempol saja.

Pernyataan Midji bahwa berita peresmian kantor tersebut kalah menarik bagi pewarta, dibanding isu dia dan Norsan berpasangan pada Pilgub mendatang, mungkin saja benar. Sebab, gedung megah yang ditempati para jaksa ini justru menjadi beban bagi para pejabat negara yang bertugas menyampaikan dakwaan di pengadilan itu.

Hasil kerja mereka harus berbanding lurus dengan pembangunan gedung yang menelan biaya hingga lebih Rp92 miliar. Terlebih, kinerja para jaksa tengah dalam sorotan publik se-Indonesia.

Jaksa Agung, HM Prasetyo, mengajak anak-anak buahnya di Kalbar meningkatkan pelayanan bidang hukum kepada masyarakat seiring hadirnya gedung baru nan mewah tersebut. “Jadikan ini sebagai rumah rakyat, tempat rakyat bertanya dan mencari keadilan,” tuturnya.

Lanjut dia, gedung baru Kejati Kalbar tidak hanya dibangun di lokasi strategis. Juga di tempat sangat terhormat. “Dengan gedung baru ini, harus dijawab dengan semakin tegaknya hukum dan keadilan dan semakin kokohnya integritas para jaksa di Kalimantan Barat ini,” pinta Prasetyo.

Ia juga menjelaskan, kejaksaan pernah mendapat stigma yang kurang baik. Membuat pejabat daerah takut yang berdampak pada lemahnya penyerapan anggaran disusul pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Yang baik adalah pejabat dan aparatnya sama-sama baik dalam mendukung pembangunan untuk kemajuan daerah. Sehingga yang terpenting saat ini peningkatan kualitas dan profesionalitas dalam rangka pelayanan hukum pada masyarakat yang seadil-adilnya,” paparnya.

Imbuh dia, “Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar yang berperan aktif sehingga terwujudnya pembangunan gedung Kejati ini”.

Ya, begitulah, Kantor Kejati Kalbar yang baru begitu megah. Selain terletak di jalan protokol yang tentunya berbeda jauh dengan kondisi kantor lama di Jalan Subarkah Pontianak, juga dilengkapi dengan fasilitas yang pasti membuat para jaksa bisa bekerja dengan nyaman.

Gubernur Kalbar, Cornelis, menyatakan dibangunnya gedung Kejati Kalbar yang baru bukan untuk kepentingan pribadi. ”Luar biasa perjuangan dalam membangun Gedung Kejati Kalbar ini, saya beberapa kali didemo, tetapi tetap berjalan terus hingga diresmikan hari ini. Dan ini sejarah,” tutur dia mengawali sambutannya.

Lanjut gubernur dua periode ini, dengan didirikannya Gedung Kejati Kalbar yang baru, maka sudah tidak ada lagi gedung Forkopimda yang berlokasi di jalan-jalan kecil lagi. Sudah berada di kawasan sangat strategis.

“(Gedung Kejati yang baru,red) Berdampingan dengan rumah jabatan Gubernur Kalbar, berdampingan dengan rumah dinas Polda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura,” terang Cornelis.

Ia berharap, dengan gedung baru tersebut, semangat kerja para jaksa semakin tinggi. “Tanah ini sudah tidak ada masalah, kalau ada yang tiba-tiba menggugat, jangan takut,” pungkasnya.

Kepala Kejati (Kajati) Kalbar, Warih Sadono, bersyukur dengan hibah gedung baru tersebut. Ia menjawab harapan gubernur dengan nada optimis.

“Diberikan kantor baru yang lengkap dengan sarana maupun fasilitas penunjang kinerja kejaksaan ini, kami akan bekerja lebih dari sebelumnya dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas dia.

 

Laporan: Achmad Mundzirin, Ocsya Ade CP

Editor: Mohamad iQbaL