Insiden Depan Alfamart Gajah Mada

Polisi: Sudah Ditangani Jangan Terprovokasi

515
DIPERIKSA. Dioni dan barang bukti perkelahian berupa cutter sedang diperiksa penyidik Polresta Pontianak, Kamis (20/7). MAULIDI MURNI. DIRAWAT. Dodi mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak setelah perkelahian dengan Dioni, Kamis (20/7). MAULIDI MURNI

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Dodi Satriadi mendapat lebih dari dua puluh jahitan di luka-lukanya setelah terlibat bentrokan dengan Dioni (D), di depan Alfamart Gajah Mada, Pontianak, Kamis (20/7). Perkara ini telah ditangani kepolisian yang meminta warga Pontianak tak terprovokasi.

Dodi tinggal di kawasan Pontianak Timur, dan D berdomisili di bilangan Sungai Jawi, Pontianak Kota. Dari penuturan Dodi, insiden di depan Alfamart Gajah Mada itu bermula ketika ia janjian bertemu temannya di sana.

“Meje (meja) Alfamart kan tempat umum, karena ada yang kosong, akhirnya saya duduk di tempat tu, ada sekitar empat orang yang tidak saya kenal bersama juru parkir di situ,” cerita pria berumur 31 tahun ini, di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak.

Tak berapa lama, keluar lah D dari dalam Alfamart kemudian berbicara kepada para juru parkir setempat. Kata Dodi, D berkata agar salah seorang juru parkir di lokasi tersebut berhati-hati, sembari mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Intinya, omongan D tidak cocok untuk diucapkan di tengah masyarakat Pontianak yang plural.

Mendengar ucapan D itu, beberapa pengunjung di lokasi tersebut tersinggung. “Saya bilang dia apa maksud ngomong seperti itu, di Pontianak ini sensitif dengan kata itu, dia balik bertanya maunya saya apa,” tutur Dodi.

Kemudian, Dodi bersalaman dengan D. Tetapi jabat tangan itu tidak dilepaskan oleh D. Sempat terjadi dorongan dan tangan mereka terpisah, tapi D masih ngotot mempertanyakan maunya Dodi.

Dijawab singkat oleh Dodi, ia meminta D menjaga mulutnya.  Selanjutnya adu mulut dan pertengkaran terjadi. D mengeluarkan pisau cutter dari dalam tasnya lalu menyerang membabi buta sehingga mengenai Dodi dan seorang pengunjung Alfamart lainnya, Paul. Seketika, lokasi tersebut ramai dengan masyarakat yang berusaha melerai mereka.

“Saya baru sadar ada luka ketika orang yang melerai melihat darah saya dan orang satunya lagi (Paul),” tukas Dodi.

Usai ribut-ribut, D berupaya melarikan diri. Namun, D diringkus polisi yang dikabari dan cepat menghampiri lokasi perkelahian.

Dodi dijahit dengan dua puluh jahitan pada bagian lengan kiri dan empat jahitan lagi di bagian lutut. Terdapat pula lebam pada bagian mukanya. Sedangkan, Paul menderita luka di bagian kaki.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Sugeng Hadi S. menjelaskan, keributan terjadi sekitar pukul 09:45. Menurut dia, sebelumnya tersangka (D) yang juga merupakan warga Pontianak itu pernah memarkirkan kendaraannya di Alfamart namun tidak dilayani oleh juru parkir setempat.

“Merasa kurang puas, akhirnya dicari dan terjadi adu mulut serta perkelahian,” ucap Sugeng.

Ia melanjutkan, ternyata di dalam tas yang dibawa pelaku ada pisau cutter yang lalu digunakan untuk menyabit korban Dodi. Atas kejadian ini, Sugeng memastikan Polresta Pontianak melakukan penyelidikan, D pun sudah diamankan dan diproses. Karena itu, ia meminta masyarakat Pontianak tidak terprovokasi dengan kejadian ini.

“Hasil pengembangan penyelidikan, bagaimana nanti, penyidik yang akan melakukan proses lebih lanjut atas pengembangan dari pada pemeriksaan, pelaku (D) sementara dikenakan pasal 351 yaitu penganiayaan,” pungkasnya.

 

Laporan: Maulidi Murni

Editor: Mohamad iQbaL