Ini Baru Pejabat Kesatria

Tak Bisa Kejar Target, Dirjen Pajak Undur Diri

108
Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito - Net

eQuator – Target penerimaan pajak pada APBN-P 2015 yang dinilai terlalu muluk, ternyata membikin Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito tertekan. Prediksi banyak pihak bahwa target penerimaan pajak sebesar Rp 1.294 triliun yang tidak bakal tercapai pun terbukti.

Hingga akhir November, penerimaan pajak baru 65 persen dari target. Padahal, pajak menjadi tumpuan utama penerimaan negara, apalagi di tengah kondisi perlambatan ekonomi seperti sekarang ini.

Tidak kuat menanggung beban berat tersebut, Sigit secara kesatria memutuskan mundur. Surat pengunduran dirinya pun telah diberikan Menkeu Bambang Brodjonegoro, kemarin (1/12) pagi.

Menanggapi pengunduran diri orang nomor satu di Ditjen Pajak tersebut, Bambang pun bergerak cepat. Malam harinya, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) tersebut langsung melantik seorang Plt pengganti Sigit. Yang dipilih Bambang adalah Staf Ahli Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

“Iya sudah, tadi sudah dilantik Pak Ken sebagai Plt sampai ada (Dirjen Pajak) yang ditunjuk definitif. Tadi pagi suratnya (pengunduran diri), per besok (sudah diganti),” kata Bambang di Gedung Kemenkeu, tadi malam.

Bambang menguraikan, alasan pengunduran diri Sigit tidak lain adalah melesetnya target penerimaan pajak yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2015. “Alasannya ya karena menganggap tidak mampu mengejar target,” tegasnya.

Sigit pun tidak membantah pernyataan Bambang tersebut. Dia menguraikan pengunduran dirinya tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya, karena tidak berhasil mencapai target penerimaan pajak di atas 85 persen. Berdasar perhitungannya, penerimaan pajak hanya bisa mencapai 80 sampai 82 persen hingga akhir tahun ini.

“Pengunduran ini semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab saya yang tidak berhasil memimpin DJP dalam mencapai target penerimaan pajak yg dapat ditolelansi (di atas 85 persen). Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan teman2 sekalian, mohon maaf bila ada hal-hal yang tidak berkenan selama ini. Semoga Dirjen Pajak yang baru akan membawa DJP semakin jaya, kredibel, akuntabel dan dapat dibanggakan,”urainya melalui pesan singkat.

Sementara itu, pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menuturkan, keputusan yang diambil Sigit tersebut, sudah tepat. Menurut dia, ada potensi besar dirinya bakal dicopot, jika realisasi penerimaan pajak jauh dari target.

“Jadi ya menurut saya dia gentleman. Karena kalau merasa berat dan tidak sanggup meneruskan, ya lebih baik mundur. Daripada diteruskan dan kemudian dicopot,” paparnya.

Menurut Prastowo, pengunduran diri Sigit tersebut tidak bakal banyak berpengaruh terhadap laju penerimaan pajak, hingga akhir tahun. Sebab, hanya tersisa waktu satu bulan untuk menggenjot penerimaan. “Jadi sebenarnya sebulan terakhir tanpa Dirjen ya akan begitu-begitu saja (penerimaan). Ini juga tidak akan membuat shortfall melebar. Tapi sebaiknya, Presiden segera menetapkan Dirjen Pajak definitif,”imbuhnya. (Jawa Pos/JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here