HUT Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Kumpulkan 100 Kantong Darah

273
DONOR DARAH. Petugas PMI mengambil darah yang didonorkan para relawan di markas Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Jalan Soeprapto 30, Minggu (17/8). MARSELINA EVY

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Merayakan ulang tahun biasa dilakukan dengan berpesta atau makan bersama. Pemadam Kebakaran Panca Bhakti memiliki cara tersendiri merayakan keberadaannya selama 40 tahun mengabdi untuk masyarakat.

Pengurus Pemadam Kebakaran Panca Bhakti melakukan aksi donor darah di Posko Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Jalan Soeprapto 30, Minggu (17/8). Tak tanggung-tanggung panitia menargetkan 100 kantong darah dalam aksi ini.

“Melihat antusias yang datang, jam segini (09.15, catatan pada rekaman wawancara) sudah cukup banyak yang datang. Kami yakin tercapai seratus kantong,” ujar Bambang Nasroto, Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebaran Panca Bhakti ketika ditemui awak media di sela-sela kegiatan donor darah, kemarin.

Menurut Bambang, kegiatan donor darah ini dapat dianggap sebagai project kemanusiaan. “Kalau orang siap donorkan darahnya, itu beda dengan orang yang donorkan duitnya. Jadi kita anggap hal itu sangat mulia,” ujar Bambang.

Dengan mengenakan kaos berwarna orange, khas pemadam kebakaran, panitia tampak sibuk mendata para pendonor. Di bagian dalam ruangan tampak empat bed milik Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dua petugas. Petugas PMI lainnya tampak menyiapkan kantong-kantong darah dengan jarumnya yang cukup besar.

Di ruang kecil lainnya, tampak beberapa petugas medis melakukan pengecekan kesehatan. Di salah satu dinding di pasang boot foto, bagi siapapun yang berminat untuk berfoto ria.

“Kita si undang banyak komunitas untuk berpartisipasi pada acara ini. Ada dari Ontel, IMI, juga dari pemadam kebakaran lainnya,” ungkap Bambang.

Tampak di salah satu sudut halaman posko berjejer sepeda ontel dengan para pengendaranya. Mereka mayoritas mengenakan atribut Jawa seperti blangkon.

Panitia merencanakan acara akan dilangsungkan dari pukul delapan hingga sebelas. Mobil pemadam kebakaran yang biasanya parkir di dalam gedung, kemarin dikeluarkan. Menurut keterangan Koordinator Lapangan (Korlap) Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Edi Efendi, saat ini pihaknya telah disupport dengan cukup banyak fasilitas, seperti tiga unit mobil tangki, dua unit mobil tangga, dua unit mobil pendukung, dan satu unit ambulans. Sedangkan peralatan untuk pemadaman sendiri, Edi menyebutkan, Panca Bhakti telah memiliki empat unit mesin besar dan tujuh unit mesin portable.

“Cuma ya umurnya sudah uzur. Sudah ada sejak tahun 80an. Mau ganti kan mahal ya, satu unit saja bisa seharga satu rumah,” kata Edi sambil tersenyum.

“Kita saja personel sudah regenerasi, semoga fasilitas juga bisa terus kita perbaharui,” harap Edi.

Saat ini, pemadam Kebakaran Panca Bhakti digawangi oleh 45 personel aktif. “Kita sekarang sedang gencar rekrut remaja yang punya jiwa relawan untuk gabung,” terangnya. Edi juga mengatakan, dalam proses rekrutmen, para relawan akan dilatih menjadi pemadam kebakaran profesional.

Perayaan HUT Pemadaman Kebakaran Panca Bhakti juga dimeriahkan dengan pertandingan basket dan karnaval. “Kita rencana akan ada pawai pemadam kebakaran tanggal 24 nanti,” kata Andre Lim, Humas Pemadam Kebakaran Panca Bhakti. “Kita mau kasi tunjuk kepada masyarakat, bahwa uang yang mereka sumbangkan itu kita benar-benar dipakai untuk kerja,” sambungnya.

Kegiatan karnaval rencananya akan melibatkan 37 pemadam kebakaran lainnya, baik yang ada di Kota Pontianak maupun Kubu Raya juga daerah sekitar. Peran serta komunitas ini diapresiasi secara positif oleh pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar, T.T.A. Nyarong mengungkapkan rasa syukur dan pujian terhadap keberadaan unit pemadam kebakaran, seperti Panca Bhakti. “Kita bersyukur karena unit pemadam kebakaran ini sudah ada sejak dulu. Bahkan sewaktu pemeritah belum punya Damkar,” kata Nyarong ketika dikonfirmasi melalui telepon. Meski pada awalnya keberadaan unit ini hanya untuk komunitas melindungi anggota dan aset komunitas saja, namun saat ini sudah menjangkau semua pihak di mana pun.

Nyarong menyebutkan, di Kota Pontianak, kerjasama pemerintah seperti BPBD dan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat erat.

“Kita berusaha menjalankan fungsi kita sebagai pemberi izin, pembina dan pengawas dengan sebaik mugkin,” katanya. BPBD juga pernah menyerahkan bantuan berupa mesin kepada beberapa unit Damkar, misalnya di Sungai Pinyuh.

Nyarong mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pemadam Kebakaran Panca Bhakti atas dedikasi selama 40 tahun di Pontianak dan sekitarnya. Selain itu, Nyarong juga mengingatkan kepada masyarakat etnis lain untuk bergerak aktif mengadakan unit serupa di kawasannya masing-masing.

“Seperti di Perum I dan Perum II, kalau bisa diadakanlah Damkar juga. Masyarakat yang non Tionghoa kan juga bisa belajar untuk mandiri seperti mereka,” ujar Nyarong. “Ya, semoga Pemkot pun bisa bantu untuk hal ini,” harapnya. (epy)