Hemat Beras Kala Banjir, Siapkan Lempeng Bandong

Di Bulog Singkawang Ada 100 Ton

245
ANTISIPASI KELAPARAN. Eva ditemani anaknya sedang memarut ubi kayu di teras rumahnya yang tergenang banjir, Kamis (11/2), di Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas. M Ridho-Rakyat Kalbar

Sambas-RK. Mengantisipasi stok makanan yang mulai menipis, sejumlah Warga Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, menyiapkan Bandong atau ubi kayu untuk dibuat lempeng. Terhitung sampai hari ini, pemukiman 1.600 jiwa itu telah direndam banjir sekitar 4 x 24 jam.

Didatangi Rakyat Kalbar Kamis (11/2), Eva sedang memarut ubi kayu di kediamannya. “Saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, makanya kita buat Lempeng Bandong. Dengar-dengar baru ada bantuan Jumat (kemarin, 12/2,red),” tutur ibu satu anak berusia 25 tahun itu.

Lebih kurang serupa, ketika ditemui, warga Lubuk Lagak lainnya, Jarna sedang membawa satu karung Bandong dalam keadaan basah yang baru diambil dari kebunnya. “Kita masak, makan, dan tidur di Panggauan (semacam panggung tinggi, tempat tinggal khusus saat banjir datang,red). Bandong lah yang menjadi menu di kala banjir, ini juga untuk menghemat beras,” ujar perempuan paruh baya ini.

Kepala Dusun (Kadus) Lubuk Lagak, Abdul Muis mengamini. Dia bilang, setiap rumah warga memiliki stok Bandong. Kebanyakan dibuat jadi lempeng karena lebih tahan lama. Namun, ada juga yang dibuat lepat atau digoreng biasa.

“Mereka itukan masaknya di panggauan, jadi maunya yang instan. Bandong sama dengan beras, proses masaknya lebih cepat. Jadi, antisipasi beras menipis, ya Bandong,” bebernya.

Berdasarkan data dari Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sambas, Drs. H. Uray Santosa, banjir di kabupaten terujung Kalbar itu terparah di tiga kecamatan. Di Kecamatan Sejangkung, banjir menerpa empat dusun, yakni Dusun Senabah 172 rumah berpenghuni 210 KK/802 jiwa, Dusun Sajingan Kecil 152 rumah (185 KK/637 jiwa), Dusun Semakuan 127 rumah (130 KK/524 jiwa). Terakhir, Dusun Setambah 143 rumah (146 KK/584 jiwa).

“Jadi total di Kecamatan Sejangkung yang terendam banjir 632 rumah, 1.236 KK, dan 2547 jiwa,” papar Santosa, di kantornya.

Di Kecamatan Sajad, Desa Beringin, rumah tengggelam sebanyak 210. Terdiri dari: di Dusun Salwa 690 rumah, Dusun Jambu 50 rumah, dan Dusun Segerunding 10 rumah. Sedangkan di Kecamatan Sambas, banjir yang melanda Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, merendam 265 rumah yang berpenghuni 363 KK/1600 jiwa.

Menurut Ketua Tim Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Sambas itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas telah menyiapkan 12 ton beras untuk membantu korban banjir. Pun masih memiliki cadangan beras di Bulog Singkawang.

“Untuk Dusun Lubuk Lagak, bantuan beras yang akan kita berikan sekitar 3 ton, termasuk keperluan lainnya,” jelas Santosa.

Ia menegaskan, lokasi banjir di Lubuk Lagak sudah ditinjau Pemkab Sambas. Dan bantuan akan diserahkan, Jumat (12/2), langsung kepada warga setempat. “Sementara kecamatan lainnya masih pendataan,” ungkap mantan Kepala Badan Kerjasama Investasi (BKI) Kabupaten Sambas tersebut.

Senada, Kabid Sosial dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Sambas, Irwansyah memaparkan, beras yang stand by atau cadangan beras sebanyak 100 ton. Untuk membantu korban banjir, harus diusulkan dulu ke Bulog Singkawang melalui Rekomendasi Bupati sebagai Beras Bantuan Penanggulangan Bencana.

“Pengambilan beras cadangan ini secara bertahap, karena kita tidak memiliki tempat penampungan. Beras cadangan sudah diusulkan. Sedangkan beras Pemkab Sambas sebanyak 12 ton, dan untuk Lubuk Lagak didistribusikan sebanyak 3 ton,” papar Irwansyah.

Laporan: Muhammad Ridho

Editor: Mohamad iQbaL