Hayooo, Siapa Memulai Perang (Merusak) Baliho?

Balihonya Dirusak, Paryadi Lapor Polisi

67
DIRUSAK. Baliho program Rp1 milyar Paryadi yang berniat mencalonkan diri jadi Wali Kota Pontianak yang dirusak oleh orang suruhan, telah diamankan di Polresta Pontianak, Senin dinihari (12/6). Achmad Mundzirin-Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Pendaftaran bakal calon Wali Kota Pontianak belum dibuka, jadwal Pilkada belum disusun, adu ‘ketampanan’ di baliho sudah lama dimulai. Sekarang, ada yang menabuh genderang perang rusak-merusak baliho tersebut. Dihargai Rp30 ribu selembar, baliho Paryadi dicopot lawannya. Siapa dalangnya?

Belum jelas siapa yang suruh merusak balihonya di Jalan Petani, Pontianak Kota, Paryadi langsung lapor ke Polresta, Minggu (12/6) pukul 00.00 bersama relawannya, Bahrudi, yang menangkap tangan si pelaku pengerusakan.

“Kebetulan saya sedang lewat mengantar ustadz, baliho masih bagus. Tapi saat itu memang ada orang berada di belakang baliho itu,” jelas Bahrudi kepada Rakyat Kalbar ditemui di Mapolresta saat membuat laporan.

Nah, begitu dia pulang lewat jalan yang sama, dilihatnya masih ada orang tadi, dan baliho sudah dalam kondisi rusak.

“Jadi saya tangkap tangan orang itu. Awalnya tidak mengaku. Namun akhirnya mengakui juga dan dia dibayar Rp 30 ribu,” ungkapnya.

Sedikitnya lima atau enam baliho yang dicopot dan dirusak yang dalam laporan polisi disebutkan atas suruhan orang. Padahal, menurut Bahrudi, selembar baliho Paryadi –yang mengkampanyekan program dapat Rp1 milyar— itu biaya bikin sampai pasangnya Rp500 ribu.

“Kita jelas dirugikan di sini,” tegasnya.

“Barang bukti baliho yang dirusak serta orang yang merusak sudah diamankan dan sedang diperiksa polisi,” tambah Bahrudi.

Ditanya, relawan Paryadi ini mengaku tidak tahu apakah pengrusakan bernuansa politik. Hanya saja, pelaku sudah mengakui disuruh dengan upah Rp30 ribu untuk merusak baliho Paryadi.

“Untuk motif lebih jauh kita serahkan kepada kepolisian, apakah ini ada kaitan dengan persaingan politik atau tidak. Kita serahkan sama kepolisian mengungkapnya,” ujarnya.

Paryadi sendiri, yang notabene belum mendaftar jadi bakal calon (balon), belum mau menyimpulkan apakah hal ini merupakan persaingan politik. Yang pasti, dia dan para relawannya merasa dirugikan.

“Bukan ini saja, tapi sebelumnya juga sudah ada rentetan serupa. Baliho kita dirusak. Hal ini memang mengecewakan kita,” sesal mantan Wakil Wali Kota Pontianak ini, saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Senin (12/6) dinihari.

Dia berharap kepolisian mengusut tuntas. “Ada unsur persaingan politik atau tidak. Biar kepolisian mengungkapnya,” ujar Paryadi.

Yang jelas, ia merasa kejadian ini jadi warning baginya, bagi kawan-kawan sesama bakal kandidat yang juga pasang baliho di sana-sini. “Jadi ketika baliho dirusak, jangan saling tuding. Saya sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli belum bisa menjelaskan dalang perusak baliho Paryadi. Tapi, ia mengaku kalau laporan telah masuk kepada pihaknya.

“Barang bukti dan orang yang diduga merusak juga sudah diamankan. Sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Husni.

Begitupun motif perusakan baliho di kawasan Pontianak Kota itu, ia belum bisa memastikan apa motifnya karena sedang dalam penyelidikan dan penyidikan. “Belum kita ketahui. Saat ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

 

Laporan: Achmad Mundzirin

Editor: Mohamad iQbaL