Harga Sarang Walet Mulai Bergairah

3787
Walet “si liur emas” tampak mengitari penakaran yang dibangun sejumlah pengusaha di Desa Simpang Tiga. kamiriluddin/Rakyat Kalbar

eQuator – Sukadana-RK. Pernah jatuh hingga ke level harga berkisar Rp 3 juta perkilo, namun saat ini harga sarang walet di Kabupaten Kayong Utara mulai merangkak naik. Seorang pengusaha sarang burung walet Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Budi mengakui bahwa untuk saat ini harga sarang “si liur emas” itu mencapai Rp 8 juta perkilo.

Sekarang harganya lumayan dari beberapa waktu sebelumnya, untuk sarang kelas terbaik berkisar Rp 8 juta. Sedangkan untuk kelas B separuhnya yaitu sekitar Rp 4 juta,” kata pria yang akrab disapa Abah Budi ini saat ditemui di Riam Berasap Jaya, belum lama ini.

Untuk harga sekarang jika dibandingkan dengan harga sarang walet beberapa tahun lalu, maka tidaklah seberapa. Sebab, kata dia, beberapa tahun silam harga walet pernah mencapai belasan juta perkilonya. “Ketika harga sarang walet sekitar Rp12-13 juta perkilo saat itu sungguh luar biasa, dan saya pernah panen dan hanya dapat sembilan sarang dan dapat lebih 1 juta,” ujarnya mengenang.

Budi berharap, kondisi harga sarang walet dapat stabil dan terus naik sehingga ekonomi pengusaha walet stabil. “Kita berarap harganya stabil kalau bisa naik lagi, dan jangan sampai anjlok seperti beberapa tahun lalu,” harapnya.

Melihat kondisi harga sarang walet yang mulai bergairah, sejumlah warga di Kayong Utara kini kembali mulai melirik membangun penakaran sarang burung walet. Ketika harga jatuh, pembangunan penakaran walet tampak lesu bahkan beberapa rumah walet yang dibangun terhenti dikerjakan. Namun kini, pembangunan rumah walet kembali berlanjut.

“Memang memerlukan modal yang lumayan besar untuk membangun walet, namun kalau sudah operasi dan rumahnya disarangi walet maka hasilnya akan cepat dirasakan,” terang Budi yang kembali ingin membangun rumah walet di desanya.

 

Laporan: Kamiriludin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here