Guncangan 6,5 SR di Aceh, Kerusakan Berat karena Pusat Gempa di Darat

92
Masjid Gampong Meuko Kuthang, Meurdue, Pidie Jaya, hancur pasca gempa 6,5 SR, Rabu (7/12). FOTO: IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH(JPNN)

eQuator.co.id – Jakarta–RK. Kepanikan melanda penduduk yang berada di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Rabu (7/12). Gempa berkekuatan 6,5 Skala Ritchter (SR) melanda wilayah tersebut. Tepatnya, pukul 05.03 WIB. Akibat guncangan yang terjadi, ratusan bangunan rusak, 94 orang tewas dan 617 luka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, proses pencarian dan penyelamatan korban di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang diperkirakan terjebak dalam reruntuhan bangunan hingga pukul 20.30 WIB.

”Ratusan personil sudah diterjunkan. Ada dari unsure TNI 747 Personil, Tagana 40, Tim Pusat Krisis Kesehatan Aceh 6 personil, BNPB, Basarnas, dan relawan. Kendalanya, adanya kekurangan alat berat,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD dan sudah dikonfirmasi, terdapat 94 orang tewas, 1 orang hilang, 128 orang luka berat, 489 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak. Dari jumlah tersebut, gempa paling banyak menelan korban di Kabupaten Pidie Jaya. Tercatat, koban tewas sebanyak 91 orang, 125 orang luka berat dan 411 Orang luka ringan. Sementara di Kabupaten Bireun, dua orang tewas, 8 luka berat, 123 orang luka ringan dan 10 ribu santri terdampak. Untuk Kabupaten Pidie, dilaporkan satu orang tewas dan satu orang hilang.

”Seluruh korban meninggal dirujuk ke RSUD Pidie Jaya, Rs Pidi dan RS Sigli. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena proses pendataan masih terus berlangsung,” ujar Sutopo.

Selain menelan korban, gempa yang berpusat di 5.19 LU – 96.36 BT itu juga merusak bangunan yang ada. Di Kabupaten Pidie Jaya, 105 Unit ruko roboh, 86 Unit rumah rusak berat, 13 Unit Bangunan  Masjid roboh, 1 unit bangunan Indomaret Roboh dan 1 unit bangunan  RSUD Pidie rusak berat.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Bireun dan Kabupaten Pidie. Bangunan rusak berat. Di Kabupaten Pidie, sebanyak 40 unit rumah rusak berat. Sementara di Kabupaten Bireun, tercatat 1 Unit Masjid, 35 unit rumah, 6 unit ruko dan 1 kilang padi rusak berat. Selain itu, satu unit bangunan kampus roboh.

“Kerusakan terjadi cukup berat karena pusat gempa berada di darat. Kemudian, mekanisme gempa mendatar. Sehingga, dampaknya sangat keras. Banyak korban yang tertimbun bangunan. Apalagi, banyak bangunan yang tak didesain tahan gempa,” jelas alumni Universitas Gajah Mada itu.

Sutopo menjelaskan, bangunan dengan desain tahan gempa ini sejatinya sangat diperlukan di Indonesia. Apalagi, Terdapat 386 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 157 juta jiwa yang tinggal di daerah rawan tinggi dari bahaya gempabumi di Indonesia. Sayang, hingga kini jumlah rumah tahan gempa ini masih sangat minim. Hal ini dikarenakan oleh minimnya pengetahuan warga dan mahalnya komponen untuk membangun rumah tahan gempa.

”Biaya komponennya bisa 30-50 persen lebih mahal dari yang biasa. Oleh sebab itu dibutuhkan subsidi bagi mereka yang rumahnya berada di daerah rawan gempa,” papar pria asli Boyolali itu.

Merespon bencana yang terjadi, Gubernur Aceh telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat Bencana Gempa terhitung mulai 7 Desember 2016 sampai 20 Desember 2016. Setelah usai, status tanggap darurat akan dievaluasi untuk diputuskan akan diteruskan atau tidak.

Sementara itu, sejumlah bantuan telah disalurkan menuju daerah-daerah terdampak. BNPB sudah mengirik logistik dan peralatan bantuan untuk perkuatan kapasitas BPBD saat digunakan. Bantuan berupa tenda, permakanan, peralatan SAR, kendaraan dan lainnya.

Dari PMI Provinsi Banten sebanyak 500 Paket Family Kit, 500 Paket Hygiene Kit, 1000 selimut/blanket, 200 kantong mayat/body bag, 50 rompi, 500 tarpaulin telah dikirim menuju lokasi.

”BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) dalam perjalanan untuk memberikan bantuan berupa tenda posko 1 unit, tenda pegungsi 1 unit, tenda keluarga 5 unit, velbed 20 unit, lauk pauk 100 paket, dan makanan tambahan gizi 100 paket. selain itu BPBA membawa alat evakuasi gempa untuk menghancurkan sisa bangunan,” tuturnya.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menambahkan, berbagai bantuan dari pemerintah untuk penanganan di masa darurat sudah disiapkan dan sedang dikirim ke lokasi bencana gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh dari Gudang Pusat dan Regional Kementerisn Sosial Sumatera. Bantuan logistik yang dikirim antara lain tenda keluarga, tenda gulung, matras, selimut, family kit , food ware , kids ware , baju, mi instan, makanan kaleng, dan berbagai jenis sembako. Total nilai bantuan yang akan disalurkan senilai Rp2.096.880.256.

”Insya Allah bantuan sampe lusa, Jumat 9 Desember. Kementerian Sosial melalui tagana juga sudah berada di garis depan untuk membantu proses evakuasi. Selain itu, dapur umum lapangan juga sudah didirikan sebagai bagian dari aksi tanggap darurat,” paparnya. Tiap satu dapur umum lapangan ini, mampu menyajikan hingga 1000 porsi makanan bagi para pengungsi.

Selain itu, Kemensos juga telah menyiapkan dana bantuan tunai bagi korban. Masing-masing Rp15 juta untuk korban meninggal dan maksimal Rp5 juta untuk korban luka-luka.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menuturkan dua sampai tiga hari ke depan masih akan terjadi gempa susulan di sekitar pusat gempa Pidie Jaya. Namun dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan.

’’Sampai tadi malam pukul 18.11 terjadi 23 kali gempa susulan. Gempa paling akhir berkekuatan 3,5 SR,’’ tuturnya.

Namun dari sisi kekuatan daya guncangnya, menunjukkan tren pelemahan. Tren pelemahan ini membuat Daryono tenang. Sebab mengindikasikan tidak ada lagi potensi gempa yang lebih besar.

Menurutnya gempa susulan ini sangat wajar mengiringi gempa yang dipicu patahan. Sebab di titik patahan, akan terjadi patahan lanjutan yang berbentuk garis lurus.

Daryono menuturkan titik gempa di Pidie Jaya berada di tanah yang gembur. Sehingga memiliki dampak meningkatkan daya guncangnya. Di lapisan permukaan lokasi gempa, merupakan tanah berpasir yang lunak. Sebaliknya ketika pusat gempa berada di tanah yang mengandung batu, guncangannya akan teredam.

Dugaan Daryono, gempa akibat patahan di Pidie Jaya itu memanjang antara daerah Samalanga dan Sipopok. Dia menjelaskan gempa yang diakibatkan oleh patahan memiliki daya magnetudo cenderung lebih kecil ketimbang gempa dari tumbukan lempeng.

Daryono menuturkan wilayah yang berpotensi mengalami gempa akibat tumbukan lempeng ada di laut bagian barat pulau Sumatera. Sementara untuk lokasi gempa yang dipicu oleh patahan, sangat sulit untuk diprediksi.

Dia menjelaskan, gempa di Pidie Jaya pagi kemarin, sama dengan kejadian gempa bumi di Jogjakarta pada 2006 lalu. Saat itu gempa mengguncang Jogjakarta dengan kekuatan 6,4 SR dengan pusat gempa di kedalaman 11 km.

’’Pusatnya sama-sama di daratan,’’ jelasnya. Namun dengan kepadatangan pemukiman di Jogjakarta, saat itu gempa memakan korban hingga enam ribu orang lebih.

Daryono menuturkan dampak gempa bumi di Pidie Jaya adalah guncangan kuat yang dirasakan di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Maukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Pateraja, Angkieng, dan Pohroh. Guncangan itu berada pada skala intensitas III SIG-VI MMI.

Jika ditinjau dari kedalapan pusat gempa, gempa bum iini merupakan gempa bumi jenis dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Dari peta tataan tektonik Aceh, tampak bahwa di zona gempa terdapat sesar mendatar (strike-slip fault). Dugaan kuat sesar akit yang menjadi pembangkit gempa adalah sesar Samalanga-Sipopok Fault.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan laporan mengenai kejadian gempa tersebut. Dia juga sudah berbicara dengan Bupati Pidie Jaya Aiyub Ben Abbas.

’’Sudah saya perintahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk turun langsung,’’ ujar Jokowi di Istana Negara kemarin.

Disinggung apakah akan mendatangi lokasi gempa, Jokowi menyatakan belum. ’’Ini KSP dulu, nanti akan kita ikuti terus (perkembangannya),’’ tambahnya. Di luar itu, seluruh aparat juga sudah bergerak sesuai otoritas masing-masing di bawah komando BNPB.

Wapres Jusuf Kalla menyampaikan hal senada. ’’Pemerintah menyampaikan rasa duka cita yang dalam untuk korban, karena gempa yang terjadi di Pidie Jaya,’’ ujarnya di kompleks Istana Wakil Presiden kemarin. dia juga sudah mengontak Kapolda Aceh untuk meminta update kondisi di Pidie Jaya dan sekitarnya.

Dia menegaskan, pemerintah akan membantu upaya pemulihan pascagempa. Untuk saat ini, pemerintah masih fokus pada upaya tanggap darurat sembari mendata jumlah korban maupun kerusakan. Mengenai level bencana, JK tidak ambil pusing. Yang penting semua pihak terkait segera menangani bencana tersebut.

JK menambahkan, dia berencana untuk datang ke lokasi gempa, namun tidak dalam waktu dekat. ’’Saya sudah rencanakan, tapi presiden mungkin besok ke sana (Pidie Jaya) dari Bali,’’ tambahnya. Sesuai aturan, presiden dan wapres tidak boleh hadir bersamaan saat kunjungan kerja ke daerah.

Terpisah, Teten Masduki menjelaskan, kehadirannya di Aceh adalah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah daerah di tiga kabupaten. Terutama, berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan tanggap darurat.

’’Agar kita tahu kebutuhan logistik, kesiapan rumah sakit, termasuk juga kebutuhan pangan dan pakaian,’’ ujarnya saat dikonfirmasi.

Saat kejadian gempa kemarin, Bupati Pidie Jaya Aiyub Ben Abbas dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo sedang berada di Jakarta. Keduanya hadir dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017 dan Anugerah Dana Rakca di Istana Negara.

Aiyub menyatakan, seluruh kawasan di Kabupaten Pidie Jaya terkkena imbas Gempa. Pihaknya sudah mendatangkan semua alat berat yang tersedia untuk keperluan pencarian dan evakuasi para korban.

’’Alat berat itu untuk membongkar semua bangunan yang roboh dan masih ada korban jiwa di dalamnya,’’ tutur Aiyub.

Selebihnya, segala bentuk bantuan makanan sedang didistribusikan ke kantong-kantong pengungsian. Seluruh petugas juga sudah berada di lokasi bencana untuk menangani kondisi darurat. ’’Kami mengharapkan bantuan dari pusat ke sana,’’ tambahnya.

Sementara itu, semalam Jokowi mengajak ribuan undangan sosialisasi tax amnesty di Nusa Dua, Bali, untuk berdoa bersama. Dia memimpin langsung prosesi doa di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) itu.

’’Mari kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya, semoga tetap tabah, tawakkal, dan tetap kuat,’’ ujarnya.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat yang terdampak gempa agar mampu bangkit. ’’Saudara-saudara semuanya di Kabupaten Pidie Jaya tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini,’’ lanjutnya.

Mengenai rencana keberangkatan, Presiden menyatakan masih dalam persiapan. ’’Saya tidak ingin malah mengganggu proses evakuasi yang ada,’’ tambahnya.

Terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa Kapolda Aceh telah diinstruksikan untuk membantu masyarakat Aceh yang menjadi korban gempa secara maksimal. Tindakan pertolongan harus dilakukan secepatnya.

”Segera turun all out,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Bila, Polda Aceh merasa membutuhkan tambahan kekuatan, baik personil dan sarana prasarana. Maka, Polri siap untuk segera membantu. ”Gunakan semua fasilitas Polri untuk melayani masyarakat Aceh,” ujar mantan Komandan Densus 88 Anti Teror tersebut.

Sementara Karopenmas Divhumas Mabes Polri Kombespol Rikwanto menjelaskan bahwa upaya untuk penyelamatan korban gempa diutamakan, Polda dan Polres dikerahkan untuk satu per satu mengecek setiap rumah yang rubuh.

”Ini untuk mengetahui kemungkinan adanya korban yang tertimbun dan masih hidup,” paparnya.

Bila, ternyata ada korban gempa yang tertimbun dan masih ada tanda-tanda kehidupan. Tentu, anggota Polri akan mengerahkan segala daya upayanya untuk membantu.

”Semua sudah dikerahkan,” jelasnya ditemui di kantor Divhumas Mabes Polri.

Setidaknya, ada 500 personil Polri yang dikerahkan untuk membantu, baik dari Brimob, Polresdan Polda. Untuk hitungan sementara terdapat lebih dari 57 bangunan yang hancur akibat gempa sebesar 6,4 SR tersebut. ”masih terus dilanjutkan ya,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Disaster Victim Indonesia (DVI) Polri Kombespol Anton Castilani mengatakan bahwa hingga pukul 18.00 telah ditemukan setidaknya 62 jenasah korban gempa. Mereka semua masih dalam keadaan yang bisa dikenali. ”Keluargany amemutuskan untuk langsung dikebumikan,” jelasnya.

Namun, Tim DVI tentu masih terus bekerja untuk membantu masyarakat, ada kemungkinan perlu untuk mengidentifikasi jenasah dari para korban. ”Kami masih bersiap dan bila dibutuhkan langsung bergerak,” jelasnya. (Jawa Pos/JPG)