Gubernur Cornelis Tanam Kemiri Sunan di Desa Kasturi

Tindaklanjuti Kesepakatan dengan Arnold Schwarzenegger

38
TANAM KEMIRI. Gubernur Kalbar Cornelis dan Ketua TP-PKK Kalbar, Ny Frederika Cornelis menanam kemiri sunan, di Desa Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Senin (31/7). Foto Humas Setda Kalbar for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Mandor-RK. Menindaklanjuti kesepakatan dengan mantan Gubernur California, Arnold Schwarzenegger (The Terminator) dalam Governor’s Climate and Forest Task Force (GFC), Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH menanam 12.300 kemiri sunan.

“Ini sebagai bentuk dukungan Pemprov Kalbar atas komitmen pemerintah pusat untuk peningkatan penggunaan energi bersih dan terbarukan, karena bukan dari bahan bakar fosil, dan sebagai wujud perilaku ramah lingkungan,” kata Cornelis, usai menanam sunan kemiri di Desa Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Senin (31/7).

Seperti diketahui, Arnold Schwarzenegger merupakan pencetus ide gerakan rehabilitasi lahan untuk menghadapi perubahan iklim. Di antaranya dengan menanam tanaman bermanfaat secara ekonomis, untuk konservasi lahan.

Setelah pencanangan penanaman 12.300 kemisi sunan di Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya bersama para Duta Besar (Dubes) negara sabahar dua tahun silam, tahun ini Gubernur Cornelis menanamnya kembali di Kabupaten Landak.

Penanaman kemiri sunan di Desa Kasturi, Kecamatan Mandor tersebut dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja, dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kemenhut LH)

Hadir pula Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar, Ny Frederika Cornelis SPd serta mu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Cornelis menjelaskan, Kalbar merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang aktif dalam kegiatan Reducing Emision Deforestation and Degradation Plus (REDD+).

Di antaranya melalui GCF yang merupakan satuan tugas iklim dan hutan, kolaborasi subnasional antara 26 negara bagian, provinsi dan kawasan di delapan negara yang berupaya melindungi hutan tropis, serta mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim, Sarwono Kusumaatmadja mengatakan, saat ini isu perubahan iklim sedang dirundingkan di tingkat internasional dan nasional.

“Instrumennya sedang dilengkapi, namun inisiatif lokal menjadi penting, karena akan sangat berpengaruh dalam pembentukan kebijakan baik dalam skala internasional maupun nasional,” kata Sarwono.

Menurutnya, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, jika kimiri sunan sudah tumbuh banyak, maka suara Indonesia akan menjadi kuat di tingkat internasional.

“Kita jangan menunggu, ikuti saja teladan dari Gubernur Kalbar, dan kita galakkan penanaman kemiri. Ini pilihan tepat, karena memproduksi biodiesel, dan menciptakan produk lain, untuk bahan penolong bahan industrial,” jelas Sarwono.

 

Laporan: Rizka Nanda

Editor: Mordiadi