Golkar Ganti Kader di MKD Dicurigai Amankan Setnov

129

11 – Keputusan Fraksi Partai Golkar DPR merombak kadernya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) langsung memicu dugaan miring. Perombakan itu disinyalir sebagai upaya mengamankan posisi Ketua DPR, Setya Novanto yang bakal menghadapi proses persidangan di MKD karena diduga telah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pengamat politik dari  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Syarwi Pangi Chaniago mensinyalir ada upaya Golkar menempatkan loyalis Setnov -sapaan Setya- di MKD. Menurut Syarwi, perombakan tiga kader Golkar di MKD tak bisa dilepaskan dari kasus yang kini beken dengan sebutan Papa Minta Saham itu.

Syarwi mengatakan, pertarungan di MKD cukup kuat. Karenanya beberapa waktu lalu fraksi-fraksi partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga merotasi anggotanya di MKD.

Koalisi Merah Putih (KMP), kata Syarwi, tentu tak mau kalah. Terlebih kasus yang kini dikenal dengan sebutan Papa Minta Saham itu semakin mengarah pada upaya mendongkel Setnov -sapaan Setya Novanto- dari kursi ketua DPR. “Kubu KMP tentu tak mau kecolongan dengan memastikan anggota MKD adalah orang Setnov dan loyal,” ujar Syarwi saat dihubungi, Kamis (26/11) sore.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses di MKD tidaklah murni penegakan kode etik. Sebab, pimpinan dan anggota MKD juga kepanjangan partai.

“Jadi tidak bisa lepas dari kepentingan parpol. KMP kemungkinan pasang badan membela Setnov. Sudirman Said kemungkinan tamat karir politiknya,” ulasnya.

Seperti diketahui, Golkar telah merotasi seluruh anggotanya di MKD. Melalui surat yang ditandatangani Ketua FPG Ade Komaruddin, fraksi partai berlambang beringin itu menarik Hardisusilo, Budi Supriyanto dan Dadang S Muchtar dari MKD.

Hardisusilo yang sebelumnya menempati posisi wakil ketua MKD, digantikan oleh Kahar Muzakir. Sedangkan Budi dan Dadang yang statusnya anggota MKD, digantikan oleh Adies Kadir dan Ridwan Bae.

Isu Rp20M, Biar Menguap Saja

 Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Surahman Hidayat ogah menanggapi adanya isu percobaan penyuapan terhadap Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, yang diduga untuk operasi menyelamatkan Ketua DPR Setya Novanto dari sanksi MKD, nilainya sekitar Rp 20 miliar.

“Saya tidak perlu menanggapi itu, karena tidak ada. Biarkan itu isu. Biar menguap saja,” kata Surahman di gedung DPR Jakarta, Kamis (26/11).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan MKD tak perlu menyelidi dugaan suap tersebut, tapi harus fokus dalam menangani perkara dugaan pelanggaran etika dan perbuatan tidak terpuji terkait pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden, serta permintaan saham terhadap petinggi PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Gak usah MKD disibukan yang lain. Harus fokus. MKD tidak perlu urus soal isu. Urus tupoksi saja. Ini sudah berat. Fokus biar cepat selesai,” tegasnya.

Percobaan penyuapan sendiri dialami oleh Junimart beberapa waktu lalu. Namun, ia menganggap hal itu sebagai tantangan dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan MKD. (jpnn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here