Gila. Jadilah Indra Itu. Bah

Oleh Dahlan Iskan

133
New Hope

Umur Indra Gunawan sudah 25 tahun tapi kuliahnya belum selesai. Indra nyangkut di smester 12 untuk prodi yang sangat bergengsi: fisika material.

Boleh dikata Indra sudah nyaris lulus. Tinggal satu kedipan lagi. Tapi ketika saya tanya, lewat SMS, apakah Indra bertekad akan menyelesaikannya, ia hanya mengirim simbul ini: 😌.

Sebenarnya Indra tidak mengalami kesulitan apa-apa. Baik uang maupun otak. Kesulitannya hanya satu: waktu. Kini Indra sangat sibuk dengan risetnya, penemuannya dan cita-citanya. Otaknya sangat cemerlang. Sejak SMA di Medan Indra sudah memenangkan olimpiade fisika.

Oh, ada kesulitan satu lagi: tanggung jawab. Indra merasa harus bertanggung jawab untuk dana penelitian yang diberikan oleh teman saya yang kaya dan dermawan: Sandiaga Uno. Saat itu Indra lagi meneliti beberapa material yang kalau dikomposisikan dengan benar bisa berpengaruh pada perubahan struktur molekul bahan bakar. Ini penelitian di bidang hemat energi yang sangat serius.

Penelitiannya itu sebenarnya sudah selesai. Dua tahun lalu. Indra sudah menemukan material yang dia cari selama bertahun-tahun itu. Sejak dia masih di Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) Medan. Dia juga sudah menemukan komposisi terbaiknya. Bahkan material-material itu pun sudah dia wujudkan menjadi satu produk alat siap pakai.

Waktu kuliahnya di FMIPA USU Medan habis untuk mengejar hasil pemikirannya itu. Indra ingin menuntaskannya sampai jadi produk komersial. Kini barang itu sudah jadi. Nama produknya: Evindo. Untuk mobil “Evindo Power Fuel”. Untuk motor, “Evindo EFE_01_”.

Nama Evindo dia pilih dengan alasan sebagai singkatan dari Energi Inovasi Anak Indonesia.

Indra sudah mulai memasarkannya di Medan.

Waktunya pun kini tersita untuk membangun jalur distribusi dan pasar. Indra sangat optimistis dengan penemuannya itu. “Saya ingin sukses seperti Samsung,” tegasnya. “Di bidang yang berbeda.”

Menurut Indra, kalau Evindo dipasang di selang yang dilewati bahan bakar hasilnya menakjubkan: bisa hemat 20 persen (mobil baru) dan 30 persen (mobil lama).

Saat saya tilpon Sabtu siang lalu Indra lagi sibuk menemui calon-calon distributor. Dia harus memberikan bukti kepada para calon distributor bahwa penemuannya ini benar-benar nyata.

Indra juga tahu bahwa di pasar kini banyak dijual zat aditiv yang diklaim bisa menghemat BBM. Indra sendiri sudah mencobanya. Tapi, katanya, hasilnya tidak signifikan. Hematnya kurang dari 5 persen. Itu pun mengandung resiko menimbulkan kerak.

“Yang saya temukan ini bukan ramuan yang bersifat kimia,” katanya. “Ini menggunakan prinsip fisika,” tambahnya.

Dalam waktu singkat Indra sudah berhasil menjual lebih 2.000 untuk mobil dan 3.000 untuk motor. Itu baru di kotanya saja: Medan. Karena itu dia akan terus sibuk mengembangkannya ke seluruh Indonesia.

Bulan lalu Indra ditantang untuk pembuktian fisik. Seseorang yang ingin jadi distributor mengajaknya ngebut di jalan tol menuju Belawan. Yang digunakan sama-sama mobil Chevrolet Captive. Dealer Chevrolet ikut serta. Juga petugas bengkel. Tanki bensin diisi penuh.

Begitu selesai ujicoba, tanki diisi lagi. Ketahuan hasilnya. Dealer Chevrolet tersebut langsung mengakui kebenarannya. “Gila ini! Jadilah barang ini!,” komentar mereka. Seperti dikutip Indra untuk saya.

“Bahkan sebenarnya hasil penghematan hari itu 42 persen,” kata Indra. Tapi Indra tidak mau menjanjikan setinggi itu dalam promosinya. “Saya pegang prinsip low promise high delivery,” katanya.

Apakah ini tergolong blue ocean? Atau red ocean seperti zat aditiv itu? Indra yakin temuannya ini tidak mudah ditiru. Ini bukan satu atau dua material tapi banyak material yang komposisikan. Tentu Indra merahasiakan jenis-jenis material itu. Tapi Indra tidak keberatan menjelaskan prinsipnya: mampu mengubah struktur molekul bahan bakar dari para rotation menjadi ortho rotation.

Ini bukan satu-satunya penemuan Indra. Ia masih merahasiakan Samsung-Samsung yang lain. Indra bertekad penghemat BBM ini sukses di pasar dulu. Secara nasional. Bahkan mendunia. Baru yang lainnya menyusul kelak.

Dalam hal nasib kelanjutan kuliahnya Indra memang 😌.

Tapi soal penelitian fisika dia sangat 😍.

Tak mustahil masa depannya akan 😄.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here