Gebyar SMK, Siswa Harus Tingkat SDM

138
PUKUL GONG. ‎Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa memukul gong, tanda dimulainya pelaksanaan Gebyar SMK di halaman kantor Dinas Pendidikan Sambas, Selasa (12/1). M RIDHO

eQuator – Sambas-RK. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dapat menghasilkan lulusan yang mampu berkiprah meningkatkan perekonomian bangsa, bahkan mampu bersaing di dunia global.

“Maka dari itu, siswa harus mampu meningkatkan SDM,” kata Dr. Pabali Musa, MAg, Wakil Bupati (Wabup) Sambas saat membuka Gebyar SMK ke 3 di Halaman Dinas Pendidikan Sambas, Selasa (12/1).

Disampaikan Pabali, peran SMK dengan tamatan yang memiliki potensi, diharapakan memiliki kemampuan menggerakkan perekonomian negara. Karena pada sekolah ini, dilakukan pengembangan pendidikan kreatif, menjadikan peserta didik subyek pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, tamatan SMK telah memiliki karakter dan kompetisi yang mandiri, bertanggungjawab, kreatif, inovatif dan berkewirausahaan.

Hal terpenting, jelas Pabali, bagaimana kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi informasi. Karena dengan kemampuan ini, para siswa akan lebih mudah memahami, bagaimana cara menggunakan dan membuat aneka pilihan mengenai teknologi informasi.

“Tujuannya, agar siswa terampil dan dapat memilih teknologi baru, serta menempatkan, mengevaluasi dan menggunakan teknologi informasi tersebut secara efektif,” ungkapnya.

Dalam pendidikan, katanya, siswa tidak hanya cukup menguasai kemampuan teknis. Namun bagaimana mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidang keahliannya. Selain itu, perlu dibekali kemampuan berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis dan merancang strategi pemecahan masalah. Kemudian bekerja dengan kelompok, mandiri dan juga toleran terhadap berbagai perbedaan. Mampu memanfaatkan informasi dan teknologi yang ada, untuk memfasilitasi penyelesaian tugas kerja.

Wakil Bupati berharap, ke depan SMK sukses dalam mengantarkan anak didik, demi membangun bangsa dan negara. Khususnya pembangunan SDM di Kabupaten Sambas. Sehingga sangat dipahami, kalau dalam tatanan global, dikenal adanya World Skills Competition (WSC), Asean Skills Competition (ASC). “Hampir tiap negara melakukan kegiatan melalui kompetisi. Karena dianggap mampu mendorong lembaga-lembaga yang berkiprah dibidang pendidikan, serta pelatihan tenaga kerja untuk mempersiapkan lulusan lebih berkwalitas sesuai tuntunan dunia kerja,” papar Pabali.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sambas, Drs H Jusmadi, MM mengatakan, dilaksanakannya Gebyar SMK, sebagai upaya meningkatkan pendidikan SMK. Sebab, setiap SMK dapat meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan kerja. Kemudian meningkatkan kerjasama erat antara SMK dengan dunia luar, baik asosiasi ataupun industri.

“Kita berharap, SMK dapat terus berbenah, baik tenaga pengajar, sarana praktek dan efektifitas pembelajaran, sehingga tercipta SDM yang handal,” harapnya. (edo)