Festival Imlek dan Capgome Singkawang, Undang Jokowi

867
SAMBUT IMLEK DAN CAPGOME. Gemerlap lampu lampion di malam hari di pusat Kota Singkawang, tepatnya di persimpangan Jalan Budi Utomo dan Jalan Sejahtera, Minggu (24/1). SUHENDRA

eQuator – Singkawang-RK. Panitia Imlek dan Capgome Singkawang berencana akan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memeriahkan peringatan hari besar agama Konghucu pada 22 Februari 2016 mendatang.

“Kita sedang melakukan koordinasi dengan Pemkot Singkawang dan pihak Istana Negara, mencoba mengundang Bapak Presiden RI, Joko Widodo,” ujar Sumberanto Tjitra, Sekretaris Panitia Imlek dan Capgome di sekretariatnya di Jalan Kalimantan, Singkawang, Minggu (24/1).
Sumberanto mengakui, untuk mengundang Presiden Jokowi datang ke Kota Amoy tidaklah mudah. “Kita usahakan, dan saat ini panitia sudah bekerja untuk mengikuti prosedurnya, supaya Presiden RI bisa menghadirinya nanti,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Singkawang, H Abdul Muthalib mengatakan, Pemkot siap menyambut kedatangan Presiden RI, jika memang bersedia menghadiri Festival Capgome kelak. “Insya Allah, kita selalu siap,” katanya.

Namun yang dipastikan hadir pada Festival Capgome Singkawang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta beberapa anggota DPR RI, terutama dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Abdul Muthalib yang sering disapa Pak Haji Dol itu meminta masyarakatnya selalu menjaga keamanan dan ketertiban, selama pelaksanaan perayaan Imlek dan Capgome. “Sehingga pada perayaan ini nanti berjalan lancar, aman, sukses dan meriah,” ungkap legislator PKB itu.
Sementara Wakil Ketua Panitia Imlek dan Capgome Singkawang, Bong Wui Khong mengatakan, panitia akan membuka pendaftaran bagi para tatung pada 25 Januari sampai 1 Februari 2016.
“Diimbau kepada peserta tatung, segeralah mendaftarkan diri untuk mengisi formulir pendaftaran di jam kerja, dari pukul 08.00 sampai 16.00,” katanya.
Usai mengisi formulir, kata Bong Wui Khong dilanjutkan dengan pengembalian formulir. Setelah itu, panitia akan memberikan buku sumbangan Paramita.
Bong Wui Khong mengatakan, syarat-syarat untuk melakukan pendaftaran tatung, antara lain, fotocopy KTP, pas photo ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar, foto atraksi tatung di atas tandu waktu pawai tahun lalu. Kemudian nama yang mengisi formulir merupakan tatung yang akan tampil dan jangan melaui perantara, serta surat tanda daftar dari Kementerian Agama (Kemenag) Singkawang. “Untuk syarat teknis, akan kita sampaikan sewaktu pendaftaran,” ujarnya.
Dia mengingatkan, bagi peserta yang sudah terdaftar pada pawai tatung nanti, dilarang menampilkan simbol-simbol agama lain. Begitu juga dengan tatung yang akan menampilkan sadisme tidak diperbolehkan. “Kalaupun mau menampilkan yang sadisme, silakan tampilkan di tempat ibadah. Tapi, jika pawai sudah berjalan, peserta tidak boleh lagi mengonsumsi hewan di depan umum,” tegas Bong Wui Khong.
Selain itu, tidak lagi diperbolehkan menampilkan tatung anak bawah umur. “Suruh belajar dulu. Jangan disuruh jadi tatung,” ujarnya. Terkait dengan larangan ini, Bong Wui Khong meminta kerjasama dari para peserta, agar mengikuti aturan yang sudah dibuat panitia.

Laporan: Suhendra

Editor: Hamka Saptono