Empat Pegawai Negeri Dipecat, Tujuh Terancam Turun Pangkat

Bupati Landak Tak Main-main dengan Disiplin ASN-nya

128
KESADARAN NASIONAL. Para ASN di lingkungan Pemkab Landak mengikuti Upacara Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati, Ngabang, Senin (18/1). Antonius-RK

eQuator – Ngabang-RK. Sebelas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Landak ‘dianugerahi’ sanksi kedisiplinan. Empat diantaranya langsung dipecat dan tujuh sisanya masih dalam proses penurunan pangkat.

“Empat yang dipecat itu akibat tidak masuk kerja. Sesuai aturan kepegawaian, memang sudah tidak bisa dipertimbangkan lagi, ini jalan terakhir, pemecatan. Karena PNS (pegawai negeri sipil) yang sudah lebih dari 40 hari tidak masuk kantor sudah bisa diproses sanksi tegasnya,” tutur Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Landak, Jaya Saputra, ditemui di halaman Kantor Bupati, Ngabang, Senin (18/1).

Mereka yang dipecat rata-rata merupakan petugas medis. “Sedangkan yang tujuh orang itu, mereka dikenakan sanksi disiplin penurunan pangkat satu tingkat,” terang Jaya.

Dengan terjadinya peristiwa ini, ia meminta semua ASN di lingkungan Pemkab Landak bisa menarik pembelajaran. “Kita tidak ingin banyak PNS yang mendapat sanksi, semua harus berperilaku baik dan menjalankan tugas dengan disiplin,” pintanya.

Sebenarnya, Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot sangat tidak menginginkan pemecatan tersebut dilakukan pihaknya. “Cuma memang dari yang bersangkutan tidak ada upaya untuk memperbaiki dirinya,” sesal Adrianus.

Ia menegaskan, semua tahapan pemecatan sudah prosedural, tidak sembarangan. Dan, bukan keputusan bupati sendiri.

“Tapi sudah melalui keputusan atasan langsung, kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah), serta tim untuk mengkaji keputusan itu. Dan, yang bersangkutan juga sudah dipanggil, dimintai keterangan,” bebernya.

Intinya, surat keputusan (SK) yang bupati teken merupakan keputusan bersama dengan pertimbangan sangat matang. Diterangkan bupati, tahun ini pihaknya berencana meningkatkan kesejahteraan para ASN.

“Tapi, kalau tidak diseimbangkan dengan produktivitas dan kinerja tentu ini akan menjadi sebuah pemborosan bagi pemerintah,” tandas Adrianus.
MEMOTIVASI PEGAWAI

Sebelumnya, dalam Upacara Kesadaran Nasional untuk para ASN di lingkungan Pemkab Landak yang mengambil tempat di halaman Kantor Bupati, Senin (18/1), Adrianus bertindak selaku Inspektur Upacara.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Pemkab Landak, Abdul Hadi mengatakan, Upacara Kesadaran Nasional ini rutin dilaksanakan setiap tanggal 17. Petugas upacaranya adalah dinas atau badan di Pemkab Landak yang dijadwalkan bergilir.
“Khusus awal tahun ini, badan atau dinas yang bertugas dipimpin oleh Kepala BKPP, Jaya Saputra,” tuturnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Adrianus mengajak semua aparatur sipil untuk disiplin menjalankan tugas masing-masing. “Jangan pernah menganggap diri kita rendah tapi tunjukkan bahwa diri kita mampu,” tekannya.

Menurut dia, setiap manusia mempunyai talenta tersendiri. Kalau bakat itu dipergunakan dengan baik dan dikembangkan maka Sang Manusia akan sukses dalam hidupnya.

“Jangan pernah menganggap, apalah saya ini, hanya pegawai rendahan. Jika Anda berpikir seperti itu, maka talenta Anda itu akan berlalu. Sia-sia,” paparnya.

Karena itu, Adrianus mengajak para pegawainya itu untuk tetap bersemangat dan dapat menunjukkan siapa dirinya. “Bukan untuk kesombongan, tapi tunjukkan bahwa kita bisa dan mampu melaksanakan tugas kita,” imbau dia.

Laporan: Antonius

Editor: Mohamad iQbaL