Dua Sekolah Dikepung Asap, Siswa Dipulangkan Lebih Awal

13
Padamkan Api. Petugas pemadam berjibaku memadamkan api di sekitar SMP Negeri 12 dan SMA Negeri 4 Sungai Raya yang terletak di Jalan Wonodadi II, Jalan Arteri Supadio yang dikepung asap lahan yang terbakar, Selasa (13/2). Syamsul Arifin/RK.

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. SMP Negeri 12 dan SMA Negeri 4 Sungai Raya yang terletak di Jalan Wonodadi II, Jalan Arteri Supadio dikepung asap lahan yang terbakar, Selasa (13/2). Akibat kebakaran lahan di sekitar sekolah tersebut, sehingga membuat aktivitas belajar mengajar terganggu dan siswa akhirnya dipulangkan lebih awal.

Api yang menjalar lahan tersebut terjadi tidak jauh dari sekolah. Bahkan, kebakaran lahan sudah mengelilingi sekolah. Tak pelak, petugas gabungan seperti Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran, polisi dan TNI juga diturunkan. Untuk membantu memadamkan api agar tidak menjalar ke sekolah.

Kepala SMA Negeri 4 Sungai Raya, Aisyah mengatakan, kebakaran besar tersebut sudah dua hari hingga mendekati sekolah. Agar tidak terus menjalar, pihak sekolah melaporkan ke pihak terkait untuk dilakukan pemadaman. Mulai dari kepolisian, Manggala Agni, BPBD serta Dinas Kebakaran Kubu Raya.

“Sebenarnya kebakaran lahan ini sudah lama terjadi. Namun jaraknya cukup jauh dari sekolah. Kami tetap melaporkan. Pas dua hari ini, api sudah mendekati sekolah. Kami tak tinggal diam dan melaporkannya. Petugas langsung ke lokasi,” ujar Aisyah saat ditemui di sekolahnya.

Hari kedua kebakaran, Aisyah menambahkan, aktivitas belajar mulai tidak normal akibat kabut asap yang masuk ke sekolah, sehingga pihak sekolah menginstruksikan untuk pulang awal. Karena proses belajar mengajar sudah tidak efektif. “Jam 10 pagi kita pulangkan, karena kita melihat bahaya asap,” tutur Aisyah.

Aisyah menambahkan, untuk mengambil kebijakan meliburkan sekolah, pihaknya akan melihat kondisi esok hari. Tak hanya itu, sekolah tersebut juga dapat bantuan masker dari Poltekes Pontianak.

“Tapi, kalau kondisinya masih seperti ini, besok pulang awal dan hari Kamis (15/2) anak-anak juga kami liburkan sampai kondisi normal. Ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kubu Raya, Mochtar mengatakan, saat ini pihaknya bersama Manggala Agni, TNI dan Polri sedang berupaya melakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Desa Limbung.

“Kebakaran itu di sekitar SMA Negeri 4 dan SMP Negeri 12. Yang terbakar ini lahan gambut,” ungkapnya.

Mochtar mengungkapkan, kebakaran lahan tersebut diduga sengaja dibakar oleh oknum masyarakat. Jumlah lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 60 hektare.

“Sementara ini kami berupaya melakukan pemadaman. Kami menyelamatkan aset daerah dulu, seperti SMA 4 dan SMP 12. Jangan sampai api merembet ke daerah sekolah tersebut. Ini yang kami upayakan. Teman-teman masih bekerja menyiram air di sekeliling wilayah dua sekolah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, sejauh ini sumber air yang dipergunakan dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan ini masih mencukupi. “Karena kan panas ini baru sekitar satu minggu,” ujarnya. (sul)