Ditresnarkoba Tembak Mati Terduga Jaringan Narkoba

37
ilustrasi. net

eQuator.co.idPontianak-RK. MR alias GB, warga asal Jalan Gaya Baru, Kecamatan Pontianak Timur meninggal dunia setelah ditembak polisi. Pria 40 tahun ini ditembak karena berusaha kabur dan melawan ketika akan ditangkap Tim Subdit 1 Direktorat Resnarkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar, Rabu (27/6) malam.

GB ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu seberat 600 gram yang berhasil diungkap dari tangan EA dan HS, pada Rabu 27 Juni 2018, sekira pukul 02.00 Wib.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Purnama Barus menerangkan, dari pengungkapan terhadap EA (33) dan HS (30) yang merupakan warga Jalan Parit H Husein 1, Pontianak Tenggara itu, Tim Subdit berhasil menyita barang bukti bungkusan besar plastik warna hitam.

Dalamnya terdapat 6 kantong plastik transparan yang diduga narkotika jenis sabu. Masing-masing seberat kurang lebih 100 gram.

“Hasil interogasi bahwa HS mengaku disuruh oleh GB membawa barang itu. Dan menurut informasi GB berada di Parindu, Kabupaten Sanggau,” tutur Barus kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/6).

Rabu sekira pukul 22.00 Wib, Tim Subdit kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah GB, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu. Rumah tersebut disebut merupakan rumah istrinya yang rencananya akan dilaksanakan resepsi ngunduh mantu GB dan istrinya.

“Namun tidak ditemukan barang bukti narkotika di rumah ini. Kemudian GB dibawa ke Pontianak untuk dilakukan pengembangan yang menurut keterangan dia gudang ada di Jalan Perdana Pontianak,” terang Barus.

Hari sudah memasuki Kamis, 28 Juni 2018. Tepat pukul 04.00 Wib, sesampainya di Jalan Perdana, Pontianak Selatan, Tim Subdit tidak menemukan keberadaan gudang yang dimaksud. Yang ada hanya tempat gelap dan semak belukar.

“Disaat itulah GB berusaha melawan petugas dan kabur. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak). Dia akhirnya meninggal dunia,” jelas Barus.

GB kala itu langsung dibawa ke RSUD dr Soedarso Pontianak, sambil menunggu penyerahan ke pihak keluarga. Saat ini, kata Barus, jenazah GB sudah disemayamkan pihak keluarganya. Pihak keluarga pun menerima kejadian ini.

Catatan kepolisian, GB ini pernah ditangkap Polresta Pontianak pada tahun 2013 dalam kasus narkotika ekstasi. Dia pernah dihukum penjara selama 4 tahun dan beberapa kali menjadi Target Operasi (TO) kita, namun selalu berhasi lolos. Dan, hal ini juga diketahui pihak keluarga.

“Kita masih kembangkan kasus ini terkait kemungkinan ada keterlibatan pihak lain,” pungkas Barus. (oxa)