Diprediksi Terlihat di Ketapang

Gerhana Matahari Total 2016,

243
GMT 2016. Gubernur Kalbar Cornelis (batik orange) bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya (kemeja putih) ketika press conference Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Senin (25/1). HUMAS PEMPROV KALBAR FOR RAKYAT KALBAR

eQuator – Jakarta-RK. Gerhana matahari total (GMT) yang akan berlangsung serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016, jelas merupakan momentum untuk mendongkrak sektor pariwisata. Pemerintah daerah yang di wilayahnya bakal terlihat penampakan gerhana itu telah mempersiapkan sejumlah event menarik.

Berdurasi sekitar 2-3 menit, gerhana tersebut akan tampak di 12 provinsi Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Yang artinya, terlihat di sejumlah kota besar seperti Palembang, Tanjung Pandang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi.

Gubernur Kalbar, Cornelis menyatakan, menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, diperkirakan gerhana akan terjadi di Kalbar pada 18 Maret 2016. Diprediksi pula, gerhana akan melewati Sampit (Kalimantan Tengah) dan Ketapang (Kalbar).

“Jika memang melewati Kalimantan Barat secara utuh, maka akan dipersiapkan acara pariwisata untuk menyambut fenomena tersebut,” terangnya, usai jumpa pers bersama Menteri Pariwisata, para gubernur dan bupati dari berbagai wilayah yang akan dilintasi GMT 2016, di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Senin (25/1).

Menyambut peristiwa alam langka ini, ditambahkan Kepala Biro Humas Pemprov Kalbar, J. Numsuan Madsun, Gubernur melalui Dinas Pariwisata merencanakan beberapa event yang saat ini masih dikaji. Fenomena alam yang langka tersebut bisa digarap dengan rangkaian event menarik.

“Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia serta menggerakkan perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) di dalam negeri. Tahun ini ditargetkan sebanyak 12 juta Wisman dan 260 juta Wisnus,” tulis Numsuan dalam rilisnya.

Dalam pertemuan dengan para kepala daerah yang wilayahnya bakal tampak gerhana, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, GMT 2016 akan menjadi momentum kunjungan Wisman karena peristiwa tersebut diminati kalangan astronom dan peneliti, komunitas astronomi, fotografer, dan lain sebagainya.

“Sebagai perbandingan (benchmarking) ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia, berhasil menarik sebanyak 60 ribu pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencarter pesawat. Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA live broadcast (siaran langsung,red),” tutur Arief, dalam jumpa pers.

Event GMT 2016 juga dipromosikan di berbagai media cetak dan elektronik lokal dan internasional, mailing list, astronomer online forum, Yahoo Group, dan sosial media  lainnya dalam rangka eclipse awareness campaign. Bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata juga dipersiapkan paket tour, diantaranya Eclipse Regatta.

“Untuk Eclipse Regatta sudah ada 4 cruise (kapal) yang mendaftarkan diri melintasi Indonesia saat berlangsung GMT, yakni Orion Cruise (milik National Geographic), Caladonian Cruise, Coral Princess Cruise, dan Peter Deilmaaan Cruise. Sedangkan PT Pelni merencanakan 3 kapal besar sebagai hotel terapung di Bangka, Belitung, Palu, dan Ternate,” beber Arief.

Lanjut dia, GMT  2016 memiliki keistimewaan tersendiri bagi Indonesia karena di tahun ini jalur totalitas gerhana matahari akan melewati Indonesia. Dan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat mengamati fenomena GMT dari daratan. Dari 12 provinsi yang akan dilintasi GMT 2016 masing-masing telah mempersiapkan event menarik.

“Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan event seperti glowing night run, ritual komunitas supranatural, performance budaya, festival lomba foto internasional, pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter, pelepasan lampion, dan tour edukasi untuk anak sekolah yang bekerja sama dengan LAPAN,” paparnya.

Devisa dari Wisman tahun ini ditargetkan mencapai Rp172 triliun dan 260 juta perjalanan Wisnus dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp223,6 triliun. “Sektor pariwisata diharapkan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 5% serta menciptakan 11,7 juta tenaga kerja,” tutup Arief.

Laporan: Isfiansyah

Editor: Mohamad iQbaL