Dilema Antara Tekan Angka Kemiskinan dengan Bantuan Pusat

74
ilustrasi. net

eQuator – Pontianak-RK. “Memang dilematis. Kita berharap penduduk miskin berkurang, tapi berharap juga bantuan dari pusat untuk penduduk miskin,” ujar Wakil Walikota (Wawako) Pontianak, Edi Rusdi Kamoto, Selasa (29/12).
Menurut informasi yang diperolehWawako, data sebelumnya yang dilaporkan ke pemerintah pusat yakni sebanyak 24 ribu jiwa. Namun, data terakhir adalah 32 ribu ditambah 17 ribu penduduk miskin yang masih dalam proses verifikasi. “Pendataan ini selalu dicek ulang setiap enam bulan, seperti yang dilakukan BPS,” lugasnya.
Pentingnya melakukan verifikasi, lanjut Wawako yang akrab disapa Edi ini, lantaran terdapat data yang tidak valid. Dimana masyarakat yang benar-benar miskin tidak masuk dalam data. Sebaliknya mereka yang mampu justru malah mendapatkan bantuan tersebut.
“Seharusnya yang dapat dan tidak, sedang didata ulang keakurasiaannya. Supaya yang berhak benar-benar bisa mendapatkan haknya. Karena kemarin yang berhak ada yang tidak dapat,” bebernya.
Sebagaimana yang diketahui, masalah data kependudukan secara keseluruhan terdapat perbedaan antara Pemkot Pontianak dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu keduanya sempat melakukan pendataan bersama. “Kita sudah melakukan pendataan ulang, baik oleh Dinas Sosial, Bappeda dan BPS,” ulasnya. (agn)