Dihajar Ombak 2 Meter, 16 Ton Ikan Gembung Kembali “Huni” Lautan

Kisah Kapal Penampung Ikan Tenggelam di Muara Kubu

58
KARAM. KM Sinar Kakap tenggelam di Muara Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (12/1) sekitar pukul 01.40 Wib. Warga for RK

Kapal penampung ikan hasil tangkapan nelayan, KM Sinar Kakap, tenggelam di Muara Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (12/1) sekitar pukul 01.40 Wib. Beruntung semua awak kapal dapat diselamatkan.

Ocsya Ade CP, Syamsul Arifin, Kubu Raya

eQuator.co.id – Kapal kayu yang tenggelam ini memiliki gross tonnage (GT) 21. Saat ini, kapal yang bermuatan 16 ton ikan gembung tersebut sudah dapat dievakuasi dan didorong ke pinggir Sungai Kapuas.

“Sejak pagi tadi kami dan rekan-rekan dari Rasau menuju lokasi kejadian untuk membantu evakuasi badan kapal yang tenggelam. Alhamdulillah, sudah bisa ditimbulkan. Semua awak kapal selamat dengan bantuan warga, Polair, AL dan SAR setelah beberapa saat kejadian,” kata Wahyu Wahdini,warga Rasau Jaya, kepada Rakyat Kalbar, Jumat pagi.

KM Sinar Kakap ini sedianya bertolak dari Tanjung Satai, Kabapaten Kayong Utara menuju Rasau Jaya, Kubu Raya, Kamis (11/1) sekitar pukul 10.00 Wib.

Sampai memasuki Jumat, tak ada kendala berarti dalam perjalanannya. Namun, sekitar pukul 00.50 Wib, ketika kapal tersebut sampai di perairan Muara Kubu yang lazim disebut Tanjung Kedah, tiba-tiba hujan pun turun. Intensitasnya lebat disertai angin kencang.

Tingginya ombak yang mencapai 2 meter pun kemudian menghantam kapal tersebut. Sehingga air muara masuk ke dalam.

Sekitar pukul 01.20 wib, Nahkoda bernama Embut Kamil beserta tujuh awak kapal lainnya sudah berusaha menguras air dengan mesin penyedot air dan secara manual. Tetapi air terus masuk. Dan akhirnya, sekitar pukul 01.40 Wib, kapal itu perlahan tenggelam.

Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika menerangkan tenggelamnya kapal tersebut diketahui dari anggota Markas Unit (Marnit) Muara Kubu yang sebelumnya mendapat laporan dari pemilik kapal atas nama Tong Seng.

“Dari informasi itu lah kemudian dilakukan langkah cepat, untuk mengevakuasi korban. Langkah awal berkoordinasi dengan TNI AL Muara Kubu dan warga untuk membantu awak kapal yang karam tersebut,” katanya.

Menggunakan speedboat milik Marnit Muara Kubu dan warga setempat petugas gabungan meluncur ke lokasi.

“Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi kapal memang tenggelam. Semua awak kapal sudah berada di anjungan kapal dan berteriak minta tolong,” jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 02.00 Wib. Bersyukur semua awak kapal dapat diselamatkan dan langsung dibawa ke daratan.

Kepala Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal XII Pontianak, Mayor Laut (E) Irawan TB menambahkan Pos Pengamat TNI AL (Posmat) Muara Kubu Lantamal XII Pontianak juga ikut membantu evakuasi dan penyelamatan terhadap KM Sinar Kakap tersebut.

Menggunakan alusista Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Padang Tikar PAT II-12-19, dilakukan penyisiran selama 30 menit untuk mencari KM Sinar Kakap. Dimana saat itu situasi gelap gulita.

Setelah mendapati para awak kapal yang berteriak minta tolong, mereka langsung dipindahkan ke Patkamla Padang Tikar PAT II-12-19. Pukul 02.00 Wib, para korban dibawa ke Posmat Muara Kubu.

Setibanya di Posmat Muara Kubu langsung dilaksanakan pengecekan kondisi Nahkoda dan para awak kapal. Salah satu awak kapal mengalami kram karena diakibatkan kedinginan.

Anggota Posmat Muara Kubu langsung dengan cekatan memberikan pertolongan pertama. Setelah itu Nahkoda dan para awak kapal beristirahat di Posmat Muara Kubu.

Pagi Jumat, pukul 06.00 Wib, bersama sejumlah pihak, Danposmat melaksanakan penarikan KM Sinar Kakap menggunakan kapal angkutan menuju Posal Muara Kubu.

“Jam satu siang kapal tersebut sudah selesai dikuras dan kapal sudah bisa mengapung. Kemudian pengecekan kelengkapan kapal mulai dari kelengkapan surat sampai kondisi kapal. Untuk surat sudah tidak ada dan kondisi mesin rusak,” jelas Irawan.

Kemudian, pukul 14.30 Wib, kapal penumpang KM Selamat Pagi menggandeng KM Sinar Kakap berlayar menuju Rasau Jaya untuk diperbaiki di Pelabuahan Rasau Jaya.

“Dalam melakukan aksi tanggap darurat, Posmat Muara Kubu juga kerap berkoordinasi dengan instansi samping dan Tim Search And Rescue (SAR). Hal ini tentu agar bisa memberikan pertolongan kepada korban dengan cepat dan secara aktif terlibat dalam aksi tanggap bencana maupun penyelamatan di wilayah perairan Muara Kubu,” pungkasnya.

Cuaca Buruk

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno menerangkan dua hari terakhir memang terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalbar. Kondisi ini karena adanya Siklon Tropis di Australia bernama ‘TC Joyce’ sehingga mengakibatkan daerah pertemuan angin yang memanjang dari Sumatra, Kalbar hingga Laut Jawa.

Massa udara dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatra bertemu di sekitar Pulau Sumatra sampai Kalbar. Pola pertemuan angin itu menyebabkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Kalbar.

“Jadi, kelembaban udara yang tinggi juga mendukung proses pertumbuhan awan hujan,” ujarnya.

Kondisi suhu muka laut yang hangat (28oC – 29oC), serta anomali suhu muka laut 0oC – 0.5oC yang artinya terdapat kenaikan nilai suhu muka laut hingga 0.5oC dari kondisi normalnya di sepanjang perairan sebelah barat Kalbar, menjadikan proses pembentukan awan akan semakin meningkat.

“Wilayah dengan hujan lebat dua hari terakhir ini diantaranya di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang,” papar Sutikno.

Kejadian hujan, kata dia, sangat tinggi yaitu 212 mm terjadi di wilayah sekitar Stasiun Meteorologi Paloh, Sambas pada tanggal 11 Januari 2017. Pada lokasi yang sama sehari sebelumnya juga terjadi hujan lebat 59 mm, sehingga jika diakumulasikan curah hujan di Paloh dalam dua hari terakhir ini 271 mm. “Ini nilai yang cukup besar untuk memicu terjadinya banjir di sana,” terangnya.

BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak lanjut dia, telah mengeluarkan peringatan dini harian pada tanggal 9 dan 10 Januari 2018 yaitu potensi hujan lebat yang bisa memicu terjadinya banjir di pesisir barat Kalbar. (*)