Dewan Sintang Bertanya kenapa Infrastruktur Masih ‘Babak Belur’

106
DATANGI KUBANGAN KERBAU. Sejumlah Anggota Komisi B DPRD Sintang meninjau kondisi infrastruktur jalan Pedadang, Kecamatan Ketungau Hilir, yang dalam kondisi rusak berat bak kubangan kerbau, Selasa (21/2). Achmad Munandar-RK

eQuator.co.id – Sintang- RK. Rombongan Anggota Komisi B DPRD Sintang meninjau langsung infrastruktur di ruas Jalan Pedadang, Kecamatan Ketungau Hilir, yang masuk dalam kondisi rusak berat, Selasa (21/2). Kunjungan itu sebagai tindaklanjut keluhan masyarakat soal ‘babak-belurnya’ jalan penghubung tiga kecamatan kawasan Ketungau tersebut.

“Juga untuk memastikan bahwa jalan rusak ini memang sudah sering dikeluhkan warga yang melintas. Makanya sebagai wakil rakyat kita melihat langsung dari dekat,” tutur Ketua Komisi B DPRD Sintang, Harjono Bejang.

Sebagai langkah awal, Politisi Golkar ini akan meminta instansi berwenang segera melakukan perbaikan dan mencari informasi penyebabnya secara teknis. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi antara DPRD Sintang dengan pemerintah.

“Yang jadi pertanyaan kita, kenapa pengerjaannya pada tahun 2016 yang lalu kondisinya sulit dilalui masyarakat yang melintas? Seharusnya jalan ini sudah bagus,” lugasnya.

Setelah kunjungan itu, Politisi Dapil V Sintang ini mengaku akan menemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk meminta kerusakan Jalan Pedadang ditangani secepatnya. Sebab, menurut dia, ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses vital masyarakat di daerah Ketungau.

“Harapan kita, ada perlakuan sama di Jalan Pedadang ini (meski jauh dari ibukota kabupaten,red). Pemerintah harus tegas dalam menyikapi masalah jalan ini,” jelas Harjono.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas PU Sintang, Murjani menyatakan bahwa persoalan infrastruktur jalan di Sintang merupakan skala prioritas untuk dibangun pada masa kepeimpinan Bupati Jarot Winarno dan Wakilnya, Askiman. “Tekad kita mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sintang,” tuturnya menjawab Rakyat Kalbar, tadi malam.

Karena itu, tak hanya ruas jalan Pedadang di Kecamatan Ketungau Hilir yang jadi perhatian Murjani. Ruas jalan Sintang hingga batas negara (Sungai Kelik) yang memiliki panjang 185 Km pun akan diatensi penuh.

Menurut Murjani, beberapa ruas jalan itu telah menjadi perhatian Pemerintah Sintang, khususnya Dinas PU. Diperbaiki dengan penganggaran secara bertahap. Seperti pada tahun 2014, dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp900 juta-an. Tahun 2015, dialokasikan sebesar Rp450 juta dan dana tambahan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1.9 miliar.

“Untuk 2016, kita alokasikan dengan DAK murni sebesar Rp3,5 miliar. Sementara DAK tambahan 2016 untuk ruas jalan Sintang-Simba dialokasikan Rp6 miliar. Kemudian, ruas jalan Pedadang-Seputau dialokasikan Rp1,3 miliar,” ungkapnya.

Imbuh Murjani, “Untuk 2017 kita kembali mengalokasikan sebesar Rp5 miliar”.

Bupati Sintang pun, lanjut dia, telah berkirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan status jalan Sintang sampai perbatasan di Sungai Kelik. Tentunya untuk peningkatan status jalan kawasan tersebut dari level kabupaten ke nasional.

Pada 2017 ini, Murjani menambahkan, pun telah dianggarkan perbaikan maupun pembangunan ruas jalan seperti Serawai-Ambalau, Manis Raya-Sekujam Timbai, Buluh Kuning-Desa Nanga Pari, Kenukut-Dedai, Simpang Medang-Merarai-Desa Permbang. “Untuk jembatan juga telah dianggarkan seperti jembatan Ketungau 2, jembatan Tempunak, dan jembatan Dahange,” pungkasnya.

 

Laporan: Achmad Munandar

Editor: Mohamad iQbaL