Dahlan: Pengalaman Ditipu Itu Penting

216
SERAP ILMU. Ribuan audience Kuliah Umum Dahlan Iskan bertema “Peluang dan Tantangan Entrepreneur (Pengusaha) Muda Dalam Ekonomi Regional dan Global” terlihat terpukau seolah menyerap setiap kata yang diucapkannya di Gedung Auditorium Untan Pontianak, Kamis (17/12). DJUNAINI KS

Sorak sorai bercampur riuh tepuk tangan membahana tatkala mantan CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan, menjejakkan kaki di mulut pintu Gedung Auditorium Untan Pontianak, Kamis (17/12). Ribuan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai universitas di Kota Khatulistiwa seolah kerasukan saat melihat Sang Inspirator hadir di tengah mereka.

Fikri Akbar dan Deska Irnansyafara, Kota Pontianak

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

eQuator – Gedung Auditorium berkapasitas 1.500 orang itu penuh sesak, mulai dari lantai bawah hingga tribun atas. Seolah sore itu akan berlangsung wisuda. Dahlan hadir di sana untuk memberikan Kuliah Umum bertema “Peluang dan Tantangan Entrepreneur (Pengusaha) Muda Dalam Ekonomi Regional dan Global”. Di mata banyak kalangan, Dahlan memang sosok penuh inspirasi.

Keberhasilannya memimpin banyak perusahaan tak diragukan lagi. Alhasil, para mahasiswa dan bahkan kalangan umum rela menunggu inspirasi dari Dahlan selama dua setengah jam sejak pukul 13.00 WIB. Karena terkendala cuaca saat penerbangan menuju Pontianak, seminar yang diselenggarakan Pontianak Post (Jawa Pos Group) bersama Universitas Tanjungpura dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalbar inipun baru dibuka sekitar pukul 15.30 WIB.

Tapi, antusiasme peserta tidak surut. Semua hadirin langsung berdiri dan bertepuk tangan ketika melihat mantan Dirut PLN itu masuk ke dalam auditorium. Bahkan beberapa mahasiswa terlihat histeris ketika Dahkan melambaikan tangan.

Mengawali seminar, Dahlan memulai dengan sebuah pertanyaan, apa mahar yang diberikan Nabi Muhammad ketika menikah? Beberapa mahasiswa yang diundang ke depan bersamanya tak satupun yang bisa menjawab dengan tepat.

“Jumlahnya adalah seratus ekor onta istimewa, onta muda berwarna merah. Harganya sangat mahal, bahkan untuk zaman itu. Intinya, kenapa Beliau bisa memberikan mahar seratus onta, kalau Beliau tidak kaya. Kenapa Beliau kaya? karena Beliau pedagang, yang sangat bisa dipercaya,” tutur Dahlan.

Dahlan mengisyaratkan, untuk memulai suatu usaha dibutuhkan modal. Tapi, modal tersebut tidak selalu berupa duit. “Orang yang tidak memukai usaha dengan alasan mengeluh tidak ada modal (uang,red) pada dasarnya mereka itu tidak pengen jadi pengusaha. Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya tanpa modal, mereka memulai usaha dengan menjual produk orang lain,” ujar dia.

Lebih lanjut,mantan Menteri BUMN ini menyampaikan, dalam memulai usaha, modal yang paling tinggi adalah kemauan, kemudian kepercayaan, dan selanjutnya menekuni dengan serius. “Memulai dari hal kecil, dan ditekuni, langsung action (beraksi,red). Tidak usah tunggu-tungu lagi, dari hal itulah nanti akan terlihat peluang-peluang yang lain,” ucap Dahlan.

Kiat untuk menjadi pengusaha sukses adalah tidak kenal kata menyerah. Yang membedakan orang yang bisa berhasil atau tidak adalah ketika dia bisa bangkit setelah dia jatuh. “Jadi pengalaman pernah ditipu itu penting, karena dengan pengalaman itu kita akan punya pengaruh yang besar terhadap kejiawaan kita, bahwa kita pernah menjadi korban,” papar dia.

Ia juga menegaskan tidak ada pengusaha yang sukses dengan mengambil jalan pintas. Dikatakannya semua orang bisa menjadi pengusaha asal dia mampu mengubah logika berpikir. “Orang yang takut karena tidak ada modal, persaingan, dan lainnya, tidak akan menjadi pengusaha. Mulailah, dan tekuni,” tekan Dahlan.

Dalam konteks lebih besar, Dahlan juga sempat menyinggung ekonomi secara global. Sebagai contoh, kerja sama dagang MEA yang paling banyak dikhawatirkan para pengusaha tanah air.  “Terlalu banyak pertanyaan mengenai MEA, bagaimana kita siap atau tidak. Saya perlu tegaskan di sini, MEA itu sudah akan datang dua pekan lagi. Siap tidak siap, MEA pasti datang, dan anda tidak usah mikir itu, nanti stres. Biar saja MEA datang dan Anda akan baik-baik saja,” selorohnya.

Intinya, menurut dia, adalah kalau kerja keras kita akan menang. Indonesia ini negara yang sangat besar, memegang 50 persen ekonomi Asean. “Tidak ada usaha terancam, asal kita sungguh-sungguh. Tidak ada MEA pun kita ada saingan juga dengan tetangga kita. Tidak boleh punya perasaan terancam, kita harus percaya kita mampu,” tutupnya.

Tanggapan audiens terhadap kuliah umum tersebut satu suara. Terpikat, terinspirasi, pokoknya ter-.

Mahasiswa Fakultas Hukum Untan, Rudi Bardian mengaku merasakan hal berbeda setelah mengikuti kuliah umum dari Dahlan. “Kita menjadi tahu bagaimana cara berbisnis. Saya terinspirasi dari pengalaman Dahlan yang berusaha tanpa modal,” ungkapnya.

Beri Cinderamata. Sekretaris Umum BPD HIPMI Kalbar, Mohamad Qadhafy, ditemani sejumlah pengurus termasuk mantan Ketua HIPMI Pontianak, Merza Berliandi, memberikan cinderamata kepada Dahlan Iskan usai acara kuliah umum entrepreneur di Auditorium Untan, Kamis (17/12) siang. Deska Irnansyafara
Beri Cinderamata. Sekretaris Umum BPD HIPMI Kalbar, Mohamad Qadhafy, ditemani sejumlah pengurus termasuk mantan Ketua HIPMI Pontianak, Merza Berliandi, memberikan cinderamata kepada Dahlan Iskan usai acara kuliah umum entrepreneur di Auditorium Untan, Kamis (17/12) siang. Deska Irnansyafara

Mahasiswa Semester III ini menyatakan, setelah mengikuti seminar ingin mencari peluang usaha. Ia bertekad hadir dalam kuliah umum ini untuk membuka cakrawala pemikirannya. “Supaya wawasan bertambah,” ucapnya sumringrah.

Pesan Dahlan agar jangan menyerah dan terus bangkit diserap betul-betul oleh Rudi. “Pak Dahlan luar biasa. Dia adalah sosok penginspirasi,” tuturnya, seraya menyatakan kepincut jadi pengusaha ketimbang menjadi seorang PNS.

Helen Oktavinita, satu di antara mahasiswi yang hadir mengatakan, pengalaman berwirausaha Dahlan Iskan sangat bagus. “Pak Dahlan juga memberikan pengalaman dan informasi yang menarik. Mau menjadi pengusaha ternyata tidak hanya soal uang. Selama ini saya berpikir, kalau mau buka usaha harus ada modal,” ujarnya.

Ia senang mendapatkan ilmu bisnis ala Dahlan. “Ternyata Pak Dahlan punya jurus jitu membuka usaha tanpa mengeluarkan uang,” ucap Mahasiswi Universitas Muhammadiyah ini.

Helen mengaku pernah mengikuti seminar sejenis kuliah umum tersebut. Dengan pembicara yang lain.

“Tapi beda banget. Pak Dahlan memberikan ilmu dalam bahasa yang lebih santai dan mudah dimengerti oleh mahasiswa. Sifatnya tidak monoton, tidak seperti menjelaskan,” puji mahasiswi Fakultas Ekonomi Manajemen itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here