Cegah Kanker Payudara dengan Menyusui

104
Penyuluh YSKI Kalbar, Sari menjelaskan tentang ASI kepada karyawan dan karyawati Rakyat Kalbar di Q-Gold Graha Pena Kalbar, Selasa (10/5). Achmad Mundzirin-RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Air Susu Ibu (ASI) tidak hanya besar manfaatnya bagi bayi baru lahir hingga berusia dua tahun, tetapi juga sangat berguna bagi sang ibu untuk mencegah kanker payudara.

“Olehkarenanya, ibu yang melahirkan jangan segan-segan untuk memberikan ASI kepada bayinya,” kata Sari, Penyuluh Yayasan Sosial Kanker Indonesia (YSKI) Kalbar ketika berkunjung ke Graha Pena Kalbar, Selasa (10/5).

Sari menjelaskan, kanker payudara dimulai dengan munculnya gejala berupa benjolan-benjolan di kisaran payudara. “Ini tidak hanya dapat terjadi pada usia muda, tetapi juga pada usia tua,” terang Sarjana Keperawatan ini.

Faktor kecil penyebab kanker payudara, ungkap Sari, salah satunya menggunakan kutang (bra) yang terlalu sempit. Mitos atau fakta. “Hal ini juga mempengaruhi. Namun pengaruhnya sangat kecil untuk terjadinya kanker payudara. Maka di saat hendak tidur, disarankan untuk tidak mengenakan bra atau menggunakan bra yang longgar,” katanya.

Selain cara tersebut, jelas Sari, terdapat beberapa cara untuk mencegah kanker payudara. Di antara cara-cara tersebut, yang sangat mudah dilakukan perempuan yang sudah menikah, dengan memberikan ASI kepada bayi. “Sehingga, ibu yang baru melahirkan wajib memberikan ASI kepada bayinya, hita Balita,” ucapnya.

Cara lainnya, ungkap Sari, dengan suntik kekebalan tubuh. Namun, biayanya relatif tinggi, yakni berkisar Rp1,5 Juta untuk satu kali suntik. “Suntik ini harus dilakukan tiga kali dalam tiga bulan,” jelasnya.

Jika ingin menggunakan pencegah herbal atau secara alami, tambah dia, bisa dengan mengonsumsi buah sirsak yang dijus. Diminum satu hari sekali selama satu tahun.

Apabila sudah ada tanda-tanda terserang kanker payudara atau ada benjolan, maka jus sirsak diminum 3 kali sehari. “Dua obat herbal lainnya yakni keladi tikus dan temu putih, di mana juga diolah agar menjadi ramuan atau minuman dengan sistem yang ada,” pungkas Sari. (Zrn)