Bupati Minta BPS dan UNDP Berikan Klarifikasi

Beda Data Kemiskinan

130
Kukuh Triyatmaka

eQuator – Sanggau-RK. Meski belum mendapat data resmi terkait soal angka kemiskinan di Kabupaten Sanggau tahun 2015, namun Bupati Sanggau, Poulus Hadi mengaku menerima kabar kurang sedap, jumlah kemiskinan di Sanggau naik.

“Resminya belum ada, tapi kabar anginnya ada. Jadi saya nunggu data resminya, kita memang menurun, kata kabar anginnya karena ada satu di kriteria ini,” kata Bupati Sanggau, Paolus Hadi belum lama ini.

Untuk itu, ia berencana meminta klarifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan United Nationns Development Programme (UNDP)  terkait data-data kemiskinan yang sempat ia terima itu.

“Saya minta nanti mereka mempresentasikan ke Sanggau supaya nanti bisa kami pelajari apa sih yang kurang ni. Jangan nanti kami tidak mengerti apa yang menjadi kelemahan, kami minta nanti ke mereka, mudah-mudahan mereka bersedia diundang,” ujar PH, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan bahwa data yang dipakai Bappeda bersumber dari BPS.

“Angka kemiskinan kita paling rendah diseluruh Indonesia. Tapi angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) mengalami koreksi atau penurunan lagi sekarang,” kata Kukuh dikonfirmasi via selular, Selasa (05/01).

Berdasarkan data di tahun 2014, angka kemiskinan di Sanggau sekitar empat persen lebih.

“Yang tahun 2014 itu data sementara juga, yang tahun 2015 kan kita bicara data di tahun 2014, sebelumnya 3,7 persen ditahun 2014 nambah menjadi empat persen lebih,” terangnya.

Kukuh juga menjelaskan, Kementerian Desa Tertinggal Kabupaten Sanggau sudah terlepas dari Kabupaten tertinggal.

“Tapi yang data kita turun itu terkait IPM, kalau kemiskinan di Kalbar naik dari 3,7 persen menjadi empat persen lebih dan data orang miskin di Kalbar juga terjadi kenaikan,” tuturnya.

Alifius
Alifius

Terpisah, Kepala BPS Sanggau, Alifius saat ditemui diruangan kerjanya, senin (4/1) enggan memberikan komentar lebih jauh terkait masalah angka kemiskinan ini. “Saya belum bisa bicara karena data resmi untuk tahun 2015 memang belum keluar, jadi belum dapat membahas persoalan itu,” kilahnya.

Kata dia, statemen yang dikeluarkan semuanya harus berdasarkan data. Tanpa data, nonsens.

“Jadi saya tidak akan bekomentar soal ini. Tunggu nanti data resmi keluar baru bisa,” pungkasnya.

Disinggung terkait permintaan bupati untuk menyampaikan presentasi, ia mengaku siap, tetapi setelah mendapatkan data resmi.

“Pokoknya kita siap, sampai subuhpun kami siap, intinya kita ingin membangun Sanggau ini bersama-sama,” tegasnya.

Laporan: Kiram Akbar