Budi: Owner Walker Clothing Line, Ingin Tampil Beda, Pakai Kaos yang Kami Punya

157

eQuator.co.id – Sejak berusia di Sekolah Dasar (SD), Budi sebenarnya sudah dididik untuk mandiri dengan memulai usaha sendiri. Orangtuanya mengajarkan Budi mulai dari membantu berjualan kelontongan di rumah sampai menjual pulsa.

Memasuki usia kuliah 2012, Budi sudah mulai memasarkan produk-produk fashion. Namun pada awalnya, dia berjualan dengan sistem reseller atau menjual kembali barang dagangan milik orang lain. Barang-barang yang dijualnya berupa kaos Polo polos dan kaos oblong polos yang didatangkan langsung dari Bandung.

Budi mengatakan, alasan terbesar merintis usaha ini adalah keadaan finansial keluarga yang masih minim. Dimana, titik puncak dari masalah tersebut ketika beasiswa kuliahnya diberhentikan sehingga mengharuskan Budi menanggung sendiri seluruh biaya kebutuhan kuliah.

Lebih lanjut seperti apa usaha pria yang aktif dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia-Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Kalbar ini. Berikut wawancara selengkapnya bersama Rakyat Kalbar;

+Bisa Anda jelaskan seputar usaha yang dijalani saat ini?

Walker Clothig Line mulai dipublikasikan sejak 2013. Namun untuk pertama kali produksi massal dengan menyematkan nama brand sendiri pada pertengahan 2014.

Untuk pemasaran Walker Clothig Line berbasis online yang difokuskan pada Insta Gram dan Facebook. Dengan username masing-masing @walkerpontianak dan walker pontianak.

+Dari sekian banyak usaha, secara khusus kenapa akhirnya Anda memilih usaha di bidang ini. Dan apa ide awalnya menciptakan brand “Walker”?

-Karena passion, saya yang tertarik di bidang fashion dan ingin tampil beda dengan kaos yang saya punya. “Walker” diadaptasi dari bahasa asing yang berarti perjalanan, dimana konsep utamanya adalah adventure dan travelling.

+Apa kita-kira yang menurut Anda “Walker” berbeda dengan produk clothing lainnya?

-Selain bahan yang berstandarkan Bandung yakni combed cotton 30s, desain yang bertemakan adventure dan travelling yang diadaptasi dari tempat wisata Kalbar juga menjadi selling point dan pembeda dengan clothing line lain.

+Berapa harga jual yang Anda tawarkan kepada konsumen?

Range harga baju Walker antara Rp65 ribu sampai Rp85 ribu.

+Selain membeli di tempat, apakah Walker menyediakan jasa pesan antar?

-Walker mengutamakan COD untuk daerah Pontianak, yang dapat dipesan melalui Insta Gram: walkerpontianak, Line:walkerpontianak, Facebook: Walker Pontianak atau via HP dan Whats App di nomor: 089694016897.

+Sejauh ini apa kira-kira kendala yang Anda hadapi?

-Kendala masih terbatasnya modal dalam produksi skala besar yang berdampak pada minimnya stock yang available.

+Kalau boleh tahu, berapa rata-rata omzet yang dihasilkan per bulan?

-Untuk sementara omzet per bulan berkisar antara Rp1 juta sampai Rp1,5.

+Selama menjalani usaha, mulai dari awal merintis, proses, apakah Anda pernah gagal?

-Pernah ketika habisnya modal. Langkah yang dihadapi yakni menjual kembali dengan sistem pre-order.

+Setelah usaha ini, apakah Anda mempunyai cita-cita untuk membuka usaha lain. Atau seperti apa rencana Anda ke depan?

-Cita-cita saya ingin mengembangkan usaha yang serupa. Dengan membuka rental sablon sendiri serta membuka usaha character building.

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Andry Soe