Budaya Tulis Ilmiah Meningkat

Balai Bahasa Kalbar Mengklaim

109
PENGUATAN. Seorang pembicara memberikan Penguatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks bagi Guru dalam Menulis Teks Laporan, Meningkatkan Martabat Profesi di Aula SMK Negeri 2 Singkawang, Kamis (18/2). Suhendra-RK.

Singkawang-RK. Budaya tulis ilmiah, baik di kalangan siswa maupun guru di Kalbar sudah mulai meningkat. Di antara buktinya, buku “Kisah Rumah Keluarga Tjhia di Singkawang” karya para siswa di Kota Amoy ini.

“Sebenarnya sudah cukup baik. Ada motivasi karya-karya siswa dan guru yang hebat. Namun kadangkala saat tindaklanjut, tidak pernah membuka peluang untuk menghasilkan karya tulis ilmiah,” ujar Drs Firman Susilo MHum, Kepala Balai Bahasa Kalbar di sela Penguatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks bagi Guru dalam Menulis Teks Laporan, Meningkatkan Martabat Profesi di Aula SMK Negeri 2 Singkawang, Kamis (18/2).

Untuk itu, jelas Firman, perlu adanya komunikasi untuk memunculkan budaya menulis. Terutama dalam menampilkan produk bermanfaat atau karya yang berbasis local seperti yang dilakukan Bengkel Sastra di Singkawang.

“Saat itu kami tantang, apabila mereka mampu menghasilkan karya tulis dalam waktu empat hari, maka kami akan datang. Tetapi kalau gagal, kami tidak akan datang. Setelah empat hari, mereka mampu menghasilkan karya tulis, terlepas dari baik atau buruknya. Menulis adalah suatu proses panjang,” papar Firman.

Menurut Firman, kegiatan tulis menulis tidak hanya untuk para siswa, melainkan juga bagi para guru. “Menulis bukanklah hal yang sulit. Itu mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Buktinya para siswa mampu menghasilkan karya,” katanya.

Firman menjelaskan, tujuan dari karya tulis ilmiah itu agar guru menulis dan mempublikasikannnya. Untuk mempublikannya itu, banyak macamnya. Di antaranya melalui koran, media sosial, jurnal pendidikan atau jurnal ilmiah. “Media juga bisa berperan penting dalam mempublikasikan karya ilmiah para guru dan siswa dengan menyediakan kolom khusus,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Drs HM Nadjib MSi mengatakan, dunia pendidikan itu sangat erat kaitannya dengan tulis menulis dan membaca.

“Kualitas guru dalam budaya menulis memang menurun, tidak berkembang. Padahal saat ini kan media yang mempublikasikannya sangat banyak dan mudah, bisa dengan menulis di blog, maka seluruh dunia bisa membacanya,” kata Nadjib.

Di antaranya saluran publikasi itu, kata Nadjib, bisa melalui Balai Bahasa yang tentunya dari hasil karya terbaik. “Bahkan tahun ini Dinas Pendidikan Kota Singkawang akan membuat Jurnal Pendidikan. Sehingga para guru bisa mempublikasikan karya tulisnya dalam jurnal ilmiah,” tutupnya.

Laporan: Suhendra

Editor: Mordiadi