BPC AMA Indonesia Pontianak Gelar Seminar Terdahsyat 2016

Bersama Tung DW dan Mindiarto D

284
Tung DW

eQuator – Pontianak-RK. Setelah gong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community dibunyikan sejak 1 Januari 2016, masyarakat Indonesia mau tidak mau harus siap menghadapi apa yang namanya sebuah persaingan secara global dan terbuka. Hakikatnya MEA menjadi jalan Indonesia untuk semakin maju dan berkembang dalam aspek ekonomi atau mati dan tunduk dalam perkembangan dan persaingan usaha. Atau menjadi yang terdepan dan maksimal atau terdiam dan tersudut di ring pertarungan persaingan ekonomi.

Dengan dasar itulah, BPC AMA Indonesia Pontianak, Kamis (18 /2) nanti akan menggelar Seminar Sukses Terdahsyat 2016, dengan tajuk The Secret Revealed : HIGHWAY TO SUCCESS. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari acara kepengurusan BPC AMA Indonesia Pontianak ini mengundang Tung Desem Waringin, seorang pakar motivator, pelatih sukses di Indonesia, The Most Powerful People and Ideas Business dengan bukunya yang fenomenal Marketing Revolution dan Finantial Revolution. “Selain itu, Pak Tung Desem Waringin juga ditemani dalam sesi berbeda oleh seorang pakar penjualan, lebih dari puluhan tahun berada dalam dunia penjualan, Mindiarto Djugorahardjo yang terkenal melalui bukunya A-Z Sukses dongkrak penjualan, beliau juga adalah ketua harian AMA-Indonesia,” kata panitia seminar dari Quick Management, Rizal Edwin kepada Rakyat Kalbar, Senin (11/1).

Dia mengatakan bahwa seminar motivasi ini merupakan gebrakan awal dalam mengajak masyarakat Kalbar untuk memiliki strategi baru, semangat baru, ilmu baru dalam menghadapi persaingan global mamasuki tahun 2016. Karena secara umum, sebagai negara yang memiliki jumlah warga negara terbanyak, Indonesia bisa menjadi primadona yang menjadi juara dan menguasai Asean dalam hal perdagangan dan ekonomi atau malah menjadi sasaran empuk para pengusaha internasional yang membaca peluang bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial. “Dalam hal ini, AMA Indonesia Pontianak sebagai Asosiasi para trainer, motivator dan professional yang memiliki visi misi untuk menjadi organisasi masyarakat manajemen yang professional, beretika, dan mampu berkompetisi di tingkat global serta mengajak masyarakat dalam program peningkatan kompetensi, wirausaha yang mencakup skill, pengetahuan serta produktivitas sesuai dengan amanah AD/ART,” katanya.

Untuk skup Kalimantan Barat sendiri, dalam posisi ini, tentu tak terlepas dari potensi dan letak strategisnya Kalbar sangat memiliki potensi yang memiliki nilai jual dan daya tarik serta sumber daya yang banyak. “Pertanyaannya apakah kita akan menjadi perintis dan pemenang atau menjadi pengikut dan pecundang, kalah di kandang sendiri serta menjadi kuli di bangsa dan wilayah sendiri,” katanya.

Lebih lanjut secara teknis, rangkaian acara seminar sukses ini akan digelar di Hotel Aston Pontianak bekerjasama dengan Quick Management sebagai event organizer. Peserta seminar dapat mengikuti seminar bersama dua pakar ini dengan memilih paket seminar yang selama bulan Januari diskon presale, tiket general dari 450.000 menjadi 200.000, tiket VIP dari 750 menjadi 400.000 dan tiket Platinum dari 1.200.000 menjadi 600.000, khusus mahasiswa hanya 150.000 saja. “Khusus Platinum dapat ikut sesi foto bersama dan makan siang bersama pembicara,” katanya.

Seminar ini ditujukan bagi orang-orang positif yang selalu haus akan ilmu bermanfaat dan semangat untuk mencari strategi baru, cara baru dan ide baru untuk meningkatkan potensi diri dan penjualan. “Ingatlah bahwa kesempatan-kesempatan baru, peluang-peluang baru muncul dari sahabat-sahabat baru,” katanya.

Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti seminar ini, kata Rizal, silahkan menghubungi Event Organizer Quick Management dengan menghubungi kontak 085252 434343 – 0815 22 43434 atau acarakitecom 0811 578 5758 – 0811 578 5858, melalui BBM bisa invite di 2AEA2899. Atau bisa mengakses www.ama-pontianak.com. “Penawaran menarik bulan ini, sampai tanggal 15 Januari 2016 setiap pembelian 5 tiket Platinum mendapatkan 1 tiket VIP gratis,” katanya.

Laporan: Fikri Akbar

Editor: Arman Hairiadi