Bidik Ikon Baru Kalbar Jadi Destinasi Wisata

Jembatan Sungai Terpanjang di Indonesia Ini Diklaim Kokoh Hingga Seratus Tahun

244
TINJAU JEMBATAN. Wakil Gubernur Kalimantan Barat (stelan biru), Christiandy Sanjaya, tampak berbincang dengan Kepala Dinas PU Kalbar (bertopi merah), Jakius Sinyor, dan Camat Tayan Hilir (paling kiri), Tony Kulung, saat melihat-lihat kondisi terakhir Jembatan Tayan, Kamis (7/1). Isfiansyah

eQuator – Pontianak-RK. Pengerjaan pembangunan Jembatan Tayan di Kabupaten Sanggau dipastikan seratus persen beres. Tinggal menunggu peresmian yang ditargetkan bertepatan dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada 28 Januari mendatang. Jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah Suramadu, Madura, itu mulai ditimang-timang sebagai destinasi wisata.

Rencananya, peresmian Jembatan Tayan dilakukan Presiden Joko Widodo. Saat ini, hal itu sedang dikomunikasikan Pemprov Kalbar ke Protokoler Kepresidenan. “Uji kekuatan jembatan yang dilaksanakan sebelumnya sudah oke. Tapi legalitas dari kementerian dalam sepekan dua pekan ini,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Christiandy Sanjaya yang meninjau langsung kondisi terakhir jembatan tersebut, Kamis (7/1).

Menurut dia, pembangunan Jembatan Tayan itu sudah sesuai ekspektasi pihaknya. “Dibangun menggunakan anggaran pinjaman Asian Development Bank (ADB) dan sharing APBN sebesar sepuluh persen dengan total hampir mencapai Rp1 triliun,” ujarnya.

Christiandy mengklaim Jembatan Tayan merupakan jembatan terpanjang kedua se Indonesia setelah Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. “Inikan jembatan terpanjang kedua tapi jembatan sungai terpanjang ke satu di Indonesia,” tegas dia.

Nah, Christiandy melanjutkan, sektor pariwisata hingga bisnis memiliki peluang besar untuk dapat dikembangkan di sana. Mengingat semua masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan, diprediksikan akan memanfaatkan keberadaan jembatan yang dibangun selama tiga tahun itu.

Ditambahkannya, untuk mendukung majunya perekonomian masyarakat di sekitar lingkungan jembatan, peran besar berada sepenuhnya di tangan mereka. “Khususnya, untuk menjaga lingkungan tetap dalam keadaan bersih,” pinta Christiandy.

Wagub juga mengharapkan pemerintah setempat bersinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Pemprov Kalbar dalam membina dan menata para pedagang yang akan memanfaatkan keberadaan ikon baru Kalbar tersebut.

“Kehadiran Jembatan Tayan juga semakin membuka akses bagi masyarakat di pulau Kalimantan untuk terhubung. Panjang bentangan jembatan ini 200 meter dengan lebar sebelas meter, beban jembatan mencapai 200 ton,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar, Jakius Sinyor, yang menemani Wagub mengatakan, hingga saat ini rekomendasi uji beban jembatan belum dikeluarkan oleh Kementerian PU. “Sehingga, peresmian akan dilakukan tepat setelah rekomendasi uji beban dikeluarkan,” ungkapnya.

Pria yang karib disapa Pak Jak ini menyatakan, berdasarkan estimasi dari pihak kontraktor, merujuk pada kekuatan konstruksi bangunan, disimpulkan bahwa usia Jembatan Tayan dapat mencapai seratus tahun. “Kita juga sudah koordinasi dengan dinas perhubungan untuk menyediakan rambu-rambu yang berkaitan dengan keselamatan lalu-lintas sungai,” papar dia.

Memang, Jembatan Tayan kini menjadi perbincangan masyarakat Kalbar karena keindahannya. Sebelum dibidik pemerintah sebagai destinasi wisata, sebenarnya beberapa warga Kalbar dari 14 kabupaten/kota sudah berdatangan ke sana untuk sekedar berfoto ria. Gambar-gambar selfie rakyat se Kalbar pun bertebaran di media sosial.

Gayung bersambut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sanggau pun rupanya jeli menangkap potensi itu, menilai Jembatan Tayan memiliki nilai jual tinggi dari sisi pariwisata. “Kita sudah mengecek ke sana, ada tempat yang cocok sekali untuk kita jadikan objek pariwisata di situ dan semuanya telah kita rencanakan,” ujar Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sanggau, Bahzar, Selasa (5/1).

Ia membocorkan lokasi yang tepat untuk dijadikan objek wisata, persis di bawah jembatan di pulau, pertengahan antara Tayan dan Toba. “Rencana kita di situ akan dibangun rest area, nanti di situ ada restoran, tempat peristirahatan, tempat pemancingan dan kapal wisata untuk para pengunjung mengelilingi pulau sembari melihat keindahan jembatan Tayan tersebut,” ulasnya.

Diakuinya, tak menutup kemungkinan juga akan dibangun hotel di area tersebut sehinga para pengunjung dapat menginap dan menikmati liburan di lokasi tersebut.

“Andaikan ini kita tata sebaik mungkin, saya yakin akan menarik para wisatawan baik dari Kalbar maupun luar provinsi. Itu aset yang sangat berharga,” akunya.

Hanya saja, rencana tersebut baru jadi perbincangan intern dinas. Belum menyebar luas karena jembatan belum diresmikan oleh pemerintah pusat.

“Kita bahkan belum perbincangkan ini dengan Pemerintah Daerah Sanggau, dalam hal ini Pak Bupati. Namun, saya yakin setelah diresmikan nanti, keinginan kita ini akan diapresiasi, baik dari Pemda Sanggau maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi,” terangnya.

Senada, Camat Tayan Hilir, Tony Kulung mengatakan, sejak dimulainya pengerjaan jembatan dampak positif sudah dirasakan masyarakat setempat. Menurut dia, perekonomian menggeliat.

Bahkan, pihaknya telah mengimbau para pemilik kapal cepat yang sering beroperasi di lingkungan jembatan untuk kreatif dalam menciptakan lapangan usaha baru. “Misalnya menyediakan fasilitas bagi wisata air,” ungkap dia.

Tony mengatakan, terbukanya akses bagi masyarakat di Pulau Kalimantan untuk memanfaatkan keberadaan Jembatan Tayan juga dipastikan memiliki dampak bagi kehidupan sosial. “Itu jadi perhatian kita untuk melakukan pembinaan kepada warga setempat dalam berinteraksi dengan para pengunjung dari daerah luar,” pungkasnya.

Laporan: Isfiansyah dan Kiram Akbar

Editor: Mohamad iQbaL