Bertanding Tanpa Alas Kaki

Setompak Cup U-13

177
Tanpa alas kaki. Para peserta Setompak Cup U-13 begitu semangat bertanding meski dengan dana dan fasilitas seadanya. kiram akbar

Ketua KONI Sindir Pemerhati Olahraga

 

Antusiasme penonton menyaksikan Setompak Cup U-13. kiram akbar
Antusiasme penonton menyaksikan Setompak Cup U-13. kiram akbar

eQuator – Sanggau-RK. Minat anak-anak lingkungan Setompak, Kelurahan Sungai Sengkuang terhadap sepakbola sepertinya tak perlu diragukan. Dengan dana seadanya, mereka ‘nekat’ menyelenggarakan Setompak Cup U-13 yang berlangsung selama dua pekan, sejak 1 Desember 2015 di lapangan sepakbola Setompak.

“Ini spontanitas mereka (panitia, red). Mungkin ini turnamen U-13 yang pertama di Kecamatan Kapuas,” kata Ibrahim, Ketua Harian PSSI Sanggau, Selasa (15/12) kepada Rakyat Kalbar.

Hebatnya lagi, panitia penyelenggaranya juga kalangan remaja dan anak-anak lingkungan Setompak. Sebanyak 12 klub ambil bagian dalam pertandingan itu.

Meski minim dana, semangat mereka untuk bertanding patut diacungi jempol. Karena ketiadaan dana itu tadi, mereka bahkan bertanding tanpa mengenakan alas kaki alias sepatu sepakbola. Gawangnya pun dibuat seadanya. Sangat sederhana. “Uang pendaftarannya hanya Rp15 ribu per klub. Kalau 12 klub, artinya hanya Rp180 ribu uang yang panita dapatkan untuk menggelar acara ini. Tidak ada bantuan dari masyarakat,” ujarnya.

Mengetahui itu, akhirnya PSSI dan KONI Sanggau memberikan bantuan berupa plakat dan uang pembinaan sebesar satu juta Rupiah. “Tapi nanti untuk pemenang ada lagi dari Ketua KONI. Mungkin untuk juara I Rp500 ribu, juara II Rp300 ribu, juara III Rp200 ribu dan juara IV Rp150 ribu,” rincinya. Ke depan rencanya acara serupa akan dijadikan even tahunan.

Ketua KONI Sanggau, Abdul Muthalib mengaku mengapreseasi kegiatan itu. Terlebih penyelenggara kegiatan adalah para remaja setempat. Dengan kebersamaan, dapat terselenggara dengan baik.

“Kalau saya menilai, meski keterbatasan segala-galanya, acara ini sukses! Saya tanya ‘berapa hadiah pertama’ mereka bilang ‘Rp90 ribu’. Mendengar itu, kita tahu, semangat mereka saja yang menggelora dengan dana seadanya. Sampai saya bilang ‘soal piala dan plakatnya, kalian ndak usah khawatir,” ungkapnya.

Ia menginginkan even terebut dijadikan agenda tahunan. Setidaknya, kata Den Angus, sapaan akrabnya, dengan kegiatan tersebut dapat menjauhkan anak-anak dan remaja terhadap hal-hal negatif. Ia juga berharap mereka yang mengaku pemerhati olahraga melihat kondisi tersebut.

“Setidak-tidaknya apa respon mereka sebagai pemerhati olahraga dengan kegiatan anak-anak ini. Ya harapan kita sampai ke materi, bukan hanya semangat,” sindirnya.

Ia mengajak untuk bersama-sama membangun olahraga di Kabupaten Sanggau. “Saya sudah bicara dengan PSSI, ini kita akan benahi kedepannya. Misalnya anak-anak kalau bertanding menggunakan sepatu. Ya belajarlah untuk yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa bicara sampai ke tingkat propinsi. Apalagi kan ada piala seperti Piala Danone dan sebagainya. Insya Allah,” tutupnya.

 

Laporan: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here