Berharap Pemkab Rangkul Pemuda

122
Doni Adynata

eQuator – Mempawah-RK. Keberadaan yang strategis serta karakter daerah yang sangat berpotensi dari Sumber Daya Alam (SDA) dan sektor-sektor lainnya, diyakini akan menjadi wilayah yang mampu berdaya saing dengan kabupaten lainnya di Kalbar dan Indonesia umumnya.

Namun masih ada hal yang perlu dipertimbangkan Pemkab Mempawah, minimnya keterlibatan pemuda dalam ide dan gagasan dalam membangun. Walaupun sudah berjalan dengan setapak demi setapak pembangunannya.

“Nilai jual dari daerah ini sudah terhampar dengan sangat jelas di pelupuk mata. Mulai dari sektor budaya hingga sektor perekonomian. Ini merupakan modal besar untuk kita bisa kembangkan menjadi trigers kemajuan daerah,” ujar Gst. Doni Adynata, S.Pd, Wakil Ketua Forum Masyarakat Kecil Peduli Bangsa, Kabupaten Mempawah, Kamis (14/1).

Doni mencontohkan, budaya Robo Robo yang merupakan warisan dari para pendahulu, tak terhitung nilai harganya jika ini dikemas dengan apik dan professional. Maka akan menjadi sebuah event tahunan yang mampu menyedot ribuan wisatawan dari dalam maupun luar negeri, sehingga multi efek pun akan tercipta dari event budaya tersebut.

“Banyak dampak domino yang dirasakan, mulai dari jasa penginapan, transportasi, kuliner dan lain-lainnya. Semua itu akan bergerak secara sistematis, ketika potensi wisata digarap dengan gebrakan yang menayangkan suatu event budaya yang dikemas secara apik dengan sesuatu yang berbeda,” jelas Doni.

Dia mengungkapnya mirisnya warisan budaya yang super mahal tersebut, terkesan berjalan tanpa gebrakan dengan warna-warna baru yang bisa menambah meriah. Yang ada jauh panggang dari api, dikarenakan dari tahun ke tahun event budaya ini berjalan seperti apa adanya, tanpa ada inovasi dan terobosan-terobosan yang mampu menciptakan magnet tersendiri untuk menarik para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Penggarapan event budaya yang terkesan apa adanya ini, mungkin disebabkan kurangnya rasa open minded pemerintah terhadap kaum muda daerah. Indikasi ini sangat beralasan, dikarenakan banyaknya para pemuda daerah ini membentuk event organizer dan keorganisasian yang activity lebih ke sebuah penggarapan acara. Terbukti mereka mampu mengemas acara tersebut dengan inovatif dan mampu menaikan marwah daerah ini ke identitas yang lebih baik.

“Hal ini merupakan PR pemerintah yang harus dicarikan solusinya, jika ingin benar-benar serius menginginkan perubahan daerah secara luas dan dirasakan masyarakat luas, bukannya golongan tertentu,” tegas Doni. (sky)