Bekuk Thailand 2-1, Indonesia Petik Modal Raih Juara Piala AFF 2016

23
Selebrasi Rizky Pora dkk usai mencetak gol penyama di menit-65. Jawapos

eQuator.co.id – Indonesia berhasil melakoni comeback gemilang saat menjamu Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/12) malam WIB. Tertinggal 0-1 di babak pertama, Skuad Garuda berbalik unggul 2-1 pada babak kedua.

Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk merengkuh gelar juara Piala AFF 2016 dan menciptakan sejarah baru. Merah Putih hanya butuh hasil imbang saat menghadapi Thailand pada leg kedua, Sabtu (17/12) mendatang.

Tertinggal gol dari Teerasil Dangda di babak pertama, Indonesia mencetak dua gol lewat Rizki Pora pada menit ke-65 dan lima menit kemudian Hansamu Yama membawa Indonesia unggul 2-1 usai memanfaatkan tendangan penjuru. Sepak pojok dilakukan oleh Rizki Pora.

Untuk pertama kali Indonesia berhasil menang pada leg pertama final Piala AFF dengan sistem home and away. Sebelumnya di Piala AFF 2004, Indonesia kalah pada leg pertama saat menjamu Singapura. Kemudian pada Piala AFF 2010, Indonesia kalah pada leg pertama di kandang Malaysia.

Bertindak sebagai tuan rumah, Skuad Garuda langsung menggebrak sejak menit awal. Bertumpu pada Andik vermansah, Stafano Lilipaly, Rizki Pora, serta Boaz Solossa, berkali-kali Indonesia mencoba untuk mendobrak pertahanan Gajah Perang – julukan timnas Thailand.

Sangat tengah asyik menyerang, Indonesia harus kehilangan Andik Vermansah. Dia ditarik keluar pada menit ke-20 dan diganti oleh Zulham Zamrun. Andik tak bisa melanjutkan pertandingan lantaran bermasalah pada kakinya.

Sebelumnya dia terlibat benturan dengan pemain Thailand saat tengah berebut bola dan bukan pelanggaran karena situasinya 50-50.

Kendati kehilangan Andik, Indonesia masih bisa mendominasi hingga menit ke-30. Tercatat Lilipaly cs menguasai bola hingga 53% meski secara tembakan masih kalah yakni 2 berbanding 4.

Hanya saja, Thailand lebih cerdik dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-33, sebuah umpan silang dari Theeraton Bunmathan mampu dimanfaatkan oleh Dangda menjadi gol lewat sundulan. Kegagalan Fachruddin Aryanto mengawal Teerasil membuatnya leluasa dalam melakukan sundulan.

Itu menjadi gol ke-6 dia di Piala AFF 2016 ini. Selain itu, menegaskan bahwa Dangda adalah momok menakutkan bagi gawang Indonesia. Dia telah mencetak 5 gol ke gawang Indonesia.

Setelah gol tersebut, Indonesia mencoba membalas. Sebuah peluang didapat lewat tendangan Boaz, namun hanya menerpa jaring gawang sebuah luar. Hingga babak pertama berakhir, skor 0-1 bagi Thailand tak berubah.

Pada babak kedua, Indonesia lebih berani dalam bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilakukan. Gol yang ditunggu akhirnya datang lewat aksi Rizki Pora pada menit ke-65. Dia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan mengenai punggung salah satu pemain Thailand. Bola berbelok dan mengecoh kiper Kawin Thamsatchanan yang mati langkah dan hanya melihat bola merobek gawangnya.

Gol tersebut membuat semangat Indonesia berlipat. Dalam sebuah serangan, Indonesia nyaris memimpin. Namun, hanya menghasilkan sepak pojok. Berawal dari sepak pojok yang dilakukan Rizki Pora, Indonesia berhasil mencetak gol kedua dan berbalik memimpin 2-1 pada menit ke-70.

Hansamu berhasil menyundul bola dan meluncur mulus ke sebelah kiri gawang Thailand. Ini merupakan gol kedua Hansamu di Piala AFF 2016. Indonesia memimpin 2-1.

Keberhasilan berbalik unggul membuat semangat Indonesia semakin berlipat. Merah Putih hampir menambah keunggulan menjadi 3-1. Sayang, sundulan Lerby masih terlalu lemah.

Hingga laga berakhir, Indonesia berhasil mempertahankan keunggulan. Ini menjadi modal berharga saat bertandang ke Thailand.

Secara umum, Thailand tetap mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 55%. Mereka melepaskan 8 tembakan dan 2 tepat sasaran. Sementara Indonesia melepaskan 6 tembakan dan 3 on target. Terlihat bahwa Merah Putih berhasil tampil efektif. (epr/JPG)

Facebook Comments