Bebas Sebelum Puasa, Lebaran Kembali Mencuri

Residivis Kambuhan Didor Tim Jatanras

86
INTEROGASI. Anggota Jatanras Polresta Pontianak menginterogasi Arif di Dokkes Polda Kalbar, Jumat (30/6). ACHMAD MUNDZIRIN

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Sebelum Ramadan menghirup udara segar, lebaran Arif kembali berulah. Residivis kambuhan ini akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas tim Jatanras Polresta Pontianak, Jumat (30/6).

Arif tertangkap tangan tim Jatanras saat mencuri sarang burung walet di Jalan Purnama, Pontianak Selatan. Ketika disergap, bukannya menyerah, malah berupaya melarikan diri. Tembakan peringatan tak dihiraukannya, akhirnya polisi menembak kakinya.

Saat beraksi Arif tak sendiri. Dia bersama rekannya berinisial AI. Arif dan AI melompat pagar masuk ke lokasi rumah walet. Kemudian masuk ke rumah walet melalui lantai dua. “Saya masuk bersama kawan saya AI,” jelas Arif ditemui Dokkes Polda Kalbar. Dia menjebol dinding lantai dua rumah walet menggunakan obeng.

Arif mengaku baru sebulan keluar dari penjara, menjelang puasa kemarin. Pemuda ini masuk penjara dalam kasus pencurian genset. “Saat itu saya ditangkap Polresta,” ungkapnya

Usai keluar penjara Arif sudah dua kali mencuri. Sebelumnya dia membobol rumah warga di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. “Kita tangkap dia sedang beraksi. Saat itu anggota sedang melakukan patroli,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Jumat (30/6).

Menurut Kompol Husni, tim Jatanras melihat Arif dan Al sedang melakukan pencurian. Kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan. Namun keduanya melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Polisi mengeluarkan tembakan peringatan namun tak diindahkan.

“Terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan di kaki kiri tersangka. Sementara tersangka satunya berhasil melarikan diri,” tegasnya.

Tersangka yang dilumpuhkan itu langsung digiring anggota ke Dokkes Polda Kalbar guna diberikan perawatan medis. “Saat ini tersangka sudah di Mapolresta, guna menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Apakah ada TKP-TKP lain atau tidak,” ungkapnya. (zrn)