Bau Tak Sedap di RSUD

106
Muhsin

eQuator – Putussibau-RK. Berhentilah sejenak di sekitar RSUD dr Achmad Putussibau. Kontan, hidung dirasuki aroma yang sangat tidak sedap. Diduga karena tidak berfungsinya Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu itu.

“Di bagian Ruang Flamboyan dengan ICU itu, arah parkiran, baunya tidak sedap. Itu jalur orang lewat. Ini mungkin karena IPAL ndak berjalan,” ungkap H Muhsin SAg, Anggota Komisi A DPRD Kapuas Hulu kepada Rakyat Kalbar, Kamis (28/1).

Legislator Partai Gerindra ini memastikan Komisi A DPRD Kapuas Hulu akan akan meninjau langsung ke RSUD Achmad Diponegoro, untuk mengetahui apakah IPAL rumah sakit itu berfungsi atau tidak. “IPAL itu wajib difungsikan. Agar pembuangan limbah cair tidak menyebar keluar,” tegas Muhsin.

Kalau sudah menyebar keluar, kata Muhsin mewanti-wanti, bukan hanya menebar bau tidak sedap, tetapi juga virus berbahaya segala macam. “Limbah rumah sakit itu merupakan sumber penyakit, sangat rawan bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

Dia mendesamk, masalah limbah rumah sakit ini dikontrol dengan baik, mengingat posisi RSUD Achmad Diponegoro itu di tengah pemukiman pendudukan yang sangat ramai.

“Perlu penangan segera. Kita peduli ini, karena kasihan melihat kondisi pengunjung rumah sakit. Sudahlah mengunjungi orang sakit, jadi sakit pula nantinya. Belum lagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Muhsin.

Seluruh elemen, tambah Muhsin, terutama pemerintah daerah diharapkan memikirkan langkah serius menangani limbah rumah sakit itu. “Karena ini kondisi riil di lapangan, supaya cepat ditanggulangi. Saya kira kita harus bicarakan dengan semua pihaklah nanti,” tutupnya. (dRe)