Bank Mesti Bantu Pengusaha Muda

374
ANGGOTA DPR. Karolin Margret Natasa. DOKUMEN RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id – Anggota DPR RI, dr. Karolin Margret Natasa tersentak dengan pernyataan dari salah seorang audien saat diskusi Titik Temu “Setiap Masalah Ada Solusi” yang berlangsung di Rumah Radakng, Kamis (2/6) kemarin.

Dalam sesi tanya-jawab, Heni Salwati, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Kalbar mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memiliki 237 anggota, dengan asumsi memiliki 237 proposal bisnis yang diharapkan dapat dikerjasamakan dengan pihak perbankan guna mendukung perkembangan usaha UMKM di Kalbar. “Kami punya proposal bisnis yang bisa dijadikan solusi sebenarnya untuk mengangkat Kalbar agar lebih mandiri lagi. Kami memiliki 237 anggota dengan 237 proposal yang dijadikan track record kami,” ujar Salwati.

Dimana salah satu proposal bisnis tersebut memuat agar perbankan bersedia memfasilitasi tercetusnya Pertemuan Bisnis Serumpun, antara Indonesia dan Malaysia. Pertemuan Bisnis Serumpun dinilai sangat strategis bagi kedua negara, khususnya Kalbar, untuk mendongkrak nilai jual produk-produk UMKM lokal yang ada. Terlebih secara wilayah Kalbar sendiri berdampingan dengan negara tetangga, Malaysia.

“Ini tidak bisa kami kerjakan sendiri, kami butuh bapak-bapak, ibu-ibu yang ada di depan, dan bisakah wacana ini dikerjakan bersama-sama,” kata Salwati.

Karolin yang mendengar semua pertanyaan yang diajukan audiens kemudian menyimpulkan dengan mengusulkan dua hal. Khusus untuk pertanyaan Salwati, Karolin meminta kepada pihak perbankan segera menindaklanjuti 237 proposal bisnis. “Harus ada pertemuan dari pihak perbankan dengan HIPMI PT, mereka punya 237 proposal,” katanya.

Karolin berharap, agar pemerintah khususnya perbankan aktif menyerap ide-ide kreatif para pengusaha muda yang bermanfaat. Disamping dia juga meminta kepada HIPMI Kalbar sebagai induk HIPMI PT Kalbar tetap memberi arahan dan pendampingan.”Saya suka judul acara ini. Solusi! Jangan cuma ketemu, ngomongin masalah. Jadi harus ada solusi buat 237 proposal itu, masa’ tidak ada 10 yang bisa konkrit. Kita sudah take off nih, jangan sampai enggak landing loh,” ujarnya.

Sebaliknya, dia juga mengingatkan bahwa setiap ide yang diwacanakan harus dirumuskan secara baik, dan harus benar-benar mempunyai dampak positif bagi kepentingan yang lebih luas. “Kira-kira hasil akhirnya apa. Kalau kamu bisa jual barang, saya bantu cariin datanya, tapi kalau kamu enggak, cuman buat ngumpul-ngumpul enggak deh,” tuturnya.

Kemudian yang kedua, Karolin mengusulkan agar dalam waktu dekat, semua pihak dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang sifatnya lebih khusus terkait hal-hal teknis seputar berwirausaha.”Ini boleh dikerjasamakan dengan kita, bagaimana kita membuat pelatihan-pelatihan yang lebih spesifik, membuat program yang konkrit, sederhana dan dapat dilaksankan,” demikian Karolin.

Laporan: Fikri Akbar

Editor: Arman Hairiadi